Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Musyawarah Daerah (Musda) X Gerakan Pramuka Papua resmi menetapkan Aryoko Alberto Rumaropen sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Papua periode 2026–2030. Aryoko, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua, terpilih secara aklamasi dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
Pemilihan berlangsung setelah seluruh kwartir cabang se-Papua hanya mengusulkan satu nama calon ketua, sehingga proses penetapan dilakukan secara mufakat. Pengukuhan ketua terpilih pun dilakukan dalam sidang pleno Musda.
Dalam visi yang disampaikan, Aryoko menegaskan komitmennya untuk menjadikan Gerakan Pramuka Papua sebagai wadah pembinaan generasi muda yang unggul, berkarakter, mandiri, dan berwawasan kebangsaan, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun misi yang diusung meliputi penguatan tata kelola organisasi agar lebih profesional dan berkelanjutan, peningkatan kualitas pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepramukaan yang relevan dengan perkembangan zaman, serta pengembangan kapasitas sumber daya kepramukaan, khususnya pembina dan pelatih.
Selain itu, Kwarda Papua juga diarahkan untuk memperluas kontribusi dalam pembangunan daerah, terutama di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Sinergi dengan pemerintah serta pelestarian kearifan lokal Papua juga menjadi fokus dalam program kerja ke depan.
Sementara itu, dalam sambutannya Aryoko menyampaikan apresiasi kepada pengurus Kwarda periode sebelumnya atas dedikasi dalam membangun kepramukaan di Tanah Papua. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk terus mendukung program-program strategis Gerakan Pramuka.
Sementara itu, pimpinan sidang Musda X, Carolus Bolly, menjelaskan seluruh rangkaian agenda telah berjalan lancar, termasuk penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025 yang diterima secara bulat oleh peserta.
“Semua kwartir cabang menerima laporan pertanggungjawaban dengan baik dan memberikan apresiasi atas kepemimpinan sebelumnya,” ujarnya.
Selain pemilihan ketua, Musda juga menetapkan sejumlah program strategis lima tahun ke depan, termasuk persiapan keikutsertaan Papua dalam Jambore Nasional 2026 serta berbagai kegiatan pembinaan kepramukaan lainnya.
Ke depan, ketua terpilih akan memimpin tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan Kwarda Papua periode 2026–2030. Struktur tersebut selanjutnya akan diajukan kepada Kwartir Nasional untuk mendapatkan pengesahan sebelum dilakukan pelantikan resmi.
Musda X ini juga menjadi momentum penting dalam penataan organisasi kepramukaan di Papua, seiring dengan pembentukan sejumlah daerah otonomi baru yang akan memiliki kwartir daerah masing-masing.




