Mimika,Beritapapuaterkini.com – Musyawarah Pusat (Muspus) IV Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Tanah Papua resmi ditutup dengan menghasilkan sejumlah keputusan strategis, termasuk terpilihnya Christian Sohilait sebagai ketua untuk periode lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Christian Sohilait menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus cabang yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi. Ia menegaskan bahwa IKEMAL merupakan organisasi sosial yang berfokus pada pelayanan dan solidaritas antarwarga Maluku di Tanah Papua.
“Organisasi ini bukan organisasi profit, tetapi organisasi sosial yang bertujuan memastikan kebersamaan dan saling membantu antarwarga,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah masih banyak warga Maluku di Papua yang belum terlibat aktif dalam organisasi. Hal ini, kata dia, berdampak pada kurang optimalnya solidaritas, terutama saat menghadapi situasi darurat seperti kematian atau kesulitan sosial.
Selain itu, Sohilait juga menyoroti adanya perbedaan budaya dan kecenderungan menjaga privasi yang masih kuat di kalangan masyarakat Maluku, sehingga mempengaruhi pola komunikasi dalam organisasi. Untuk itu, kepengurusan ke depan akan mengubah pendekatan komunikasi agar lebih inklusif dan menjangkau seluruh anggota.
Ia juga memperkenalkan visi organisasi, yakni “Tangguh dengan Pela, Kuat bersama Gandong,” yang menekankan pentingnya persaudaraan dan gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Sohilait turut menyinggung kondisi keamanan warga Maluku di sejumlah wilayah konflik di Papua, seperti Pegunungan Bintang dan Intan Jaya. Ia menegaskan pentingnya peran organisasi dalam memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan warga.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tetap menghargai masyarakat asli Papua serta menjaga keharmonisan hidup berdampingan.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Ananias Faot, menilai Muspus IV IKEMAL memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam konsolidasi internal organisasi, tetapi juga dalam memperkuat peran organisasi kemasyarakatan di daerah.
“Keputusan yang dihasilkan tidak boleh berhenti pada tataran normatif, tetapi harus ditindaklanjuti secara konkret, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan IKEMAL memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai kebhinekaan, serta memelihara kerukunan antarumat beragama dan antar suku, khususnya di Kabupaten Mimika yang memiliki tingkat kemajemukan tinggi.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berharap IKEMAL terus menjaga solidaritas internal organisasi dan berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Muspus IV IKEMAL juga menghasilkan sejumlah keputusan penting lainnya, seperti laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, penyesuaian anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, serta penyesuaian struktur organisasi seiring dengan pembentukan enam provinsi baru di Tanah Papua.




