Kapolresta Jayapura Kota Dorong Pengembangan Sagu sebagai Sumber Kehidupan dan Ekonomi Papua

0
39

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih serius mengembangkan potensi sagu sebagai sumber pangan dan ekonomi masyarakat Papua.

Ajakan tersebut disampaikannya saat mmembrikan sambutan pada acara Festival Colo Sagu dalam rangka menyambut Hari sagu Nasional dan HUT Bhayangkara ke 80,
yang digelar di pelataran parkir DPR Papua, Jumat (19/6/2026).

Kombes Pol Fredrickus mengatakan Papua memiliki potensi sagu yang sangat besar dan melimpah. Namun hingga kini, pemanfaatannya sebagai sumber ekonomi masyarakat masih belum optimal.

“Orang Papua memiliki sagu yang melimpah, tetapi masih sedikit yang benar-benar peduli dan berhasil mengembangkan sagu menjadi sumber kesejahteraan. Kita lebih bangga membicarakan hal lain dibandingkan membicarakan potensi sagu yang kita miliki,” ujarnya.

Kapolresta mengungkapkan, luas lahan sagu di Papua mengalami penyusutan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena sagu merupakan anugerah Tuhan yang memiliki nilai strategis bagi kehidupan masyarakat Papua.

Menurutnya, sagu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga harus ditransformasikan menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, Festival Colo Sagu dan seminar yang akan digelar menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian dan pengembangan sagu.

Kapolresta juga menyoroti minimnya keterlibatan generasi muda Papua dalam kajian dan penelitian tentang sagu. Hal itu terlihat dari lomba esai dan makalah yang digelar dalam rangkaian festival, di mana sekitar 80 persen peserta berasal dari luar Papua, termasuk para pemenang dari perguruan tinggi yang berada di luar Tanah Papua.

“Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Sagu mau dibawa ke mana? Apakah hanya menjadi cerita atau benar-benar menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Papua,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Fredrickus berharap DPR Papua dapat mendorong lahirnya regulasi yang berpihak pada pelestarian dan pengembangan sagu. Menurutnya, keberadaan regulasi sangat penting agar sagu dapat terus berkembang dan berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua.

Kapolresta juga mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif dalam seminar sagu yang akan dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih (Uncen).

“Kami membutuhkan dukungan, pemikiran, dan ide dari berbagai pihak untuk mengembangkan sagu yang ada saat ini. Jangan sampai sagu hilang dan punah di tanahnya sendiri,” tegasnya.

Fredrickus menambahkan, sagu telah menjadi sumber kehidupan bagi generasi terdahulu di Papua. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikannya agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Festival Colo Sagu dan seminar yang menyertainya diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan sagu sebagai identitas budaya sekaligus sumber ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Papua.