Gubernur Papua : Sagu Harus Menjadi Pilar Kemandirian Ekonomi Daerah

0
40

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen mendorong pengembangan sagu sebagai pilar kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan globalisasi dan meningkatnya konsumsi pangan impor.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, dalam sambutan yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, pada penutupan Festival Colo Sagu dalam rangka Hari Sagu Sedunia dan HUT Bhayangkara ke-80 di halaman parkir DPR Papua, Minggu (21/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan sagu merupakan identitas masyarakat Papua yang telah menjadi sumber pangan utama selama berabad-abad. Selain sebagai bahan pangan, sagu juga memiliki nilai budaya dan ekologis yang penting bagi kehidupan masyarakat Papua.

“Sagu bukan hanya makanan, tetapi simbol kebersamaan, simbol ketahanan, dan simbol kearifan lokal masyarakat Papua. Dalam setiap pesta adat maupun pertemuan keluarga, sagu selalu hadir sebagai pengikat persaudaraan,” ujar Christian membacakan sambutan gubernur.

Menurutnya, sagu juga merupakan warisan ekologis yang berperan menjaga keseimbangan alam. Pohon sagu mampu menyerap air, menjaga ekosistem rawa, serta menjadi habitat berbagai makhluk hidup yang mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat Papua.

Namun di tengah arus globalisasi, Papua menghadapi tantangan berupa perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada pangan impor. Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam ketahanan pangan lokal jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Generasi muda saat ini lebih mengenal roti dan nasi dibandingkan papeda atau sagu. Padahal di balik tantangan tersebut terdapat peluang besar karena sagu memiliki kandungan gizi tinggi, ramah lingkungan, dan dapat diolah menjadi berbagai produk modern,” katanya.

Gubernur menilai potensi sagu belum dimanfaatkan secara maksimal. Berbagai produk turunan seperti tepung sagu, mi sagu, roti sagu hingga minuman berbasis sagu memiliki peluang untuk berkembang menjadi komoditas unggulan yang mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Tema Festival Colo Sagu tahun ini, “Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi”, dinilai mencerminkan pentingnya menjadikan sagu sebagai kekuatan ekonomi masyarakat Papua.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Papua akan terus mendorong program budidaya sagu berkelanjutan, pelatihan teknologi pengolahan bagi UMKM dan koperasi, pengembangan industri rumah tangga berbasis sagu, serta kemitraan dengan akademisi dan peneliti dalam menciptakan inovasi produk turunan sagu.

Selain itu, pemerintah juga berencana menjadikan festival sagu sebagai agenda rutin guna memperluas promosi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi sagu.

Gubernur juga mengajak perguruan tinggi di Papua menjadikan sagu sebagai objek riset unggulan, mulai dari aspek nutrisi, kesehatan hingga bioenergi.

“Dengan riset yang kuat, sagu tidak hanya menjadi kebanggaan Papua, tetapi juga berpotensi menjadi solusi terhadap krisis pangan global di masa depan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Colo Sagu, termasuk DPR Papua, panitia pelaksana, serta jajaran Polri yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Sagu menghidupi kita, menguatkan kita, dan akan membawa Papua menjadi daerah yang mandiri, berdaya saing, serta tetap berakar pada budaya luhur,” pungkasnya.