Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Ketua DPR Papua, Denny Henndry Bonay, memberikan apresiasi kepada Yayasan Colo sagu dan Kapolresta Jayapura Kota atas penyelenggaraan festival Colo sagu yang berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Menurut Denny, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi warga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang mengembangkan produk berbahan dasar sagu.
“Ini acara yang luar biasa. Masyarakat sangat terhibur dan UMKM juga tumbuh, khususnya produk-produk berbahan sagu. Kita melihat banyak inovasi yang ditampilkan, mulai dari produk tradisional hingga yang sudah dikemas secara modern dan higienis,” ujar Denny kepada awak media, Minggu (21/6/2026).
Denny mengungkapkan, berbagai produk olahan sagu yang dipamerkan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tidak hanya makanan tradisional, tetapi juga produk modern seperti es krim, minuman, dan aneka makanan kemasan berbahan dasar sagu.
Melihat antusiasme masyarakat dan potensi pengembangan komoditas lokal tersebut, DPR Papua berencana mengusulkan agar kegiatan serupa tidak hanya digelar setahun sekali, melainkan setiap tiga bulan.
“Tadi kami pimpinan DPR sudah berdiskusi. Ke depan, kegiatan seperti ini sebaiknya dilaksanakan setiap tiga bulan sekali agar pengembangan sagu tidak berhenti dan terus mendapat perhatian masyarakat,” katanya.
Denny menambahkan, lokasi penyelenggaraan di lingkungan DPR Papua merupakan bentuk keterbukaan lembaga legislatif kepada masyarakat. Menurutnya, gedung DPR bukan hanya tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga dapat menjadi ruang bersama untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini rumah rakyat. Bukan hanya tempat menyampaikan aspirasi atau demonstrasi, tetapi juga bisa menjadi tempat kegiatan yang menghibur dan memberdayakan masyarakat,” ujarnya.
Selain mendukung penyelenggaraan festival secara berkala, DPR Papua juga berencana melakukan revisi sejumlah peraturan daerah yang berkaitan dengan pangan lokal, khususnya sagu. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat perlindungan dan pengembangan sagu sebagai salah satu komoditas unggulan Papua.
“Kami akan mengkaji dan merevisi beberapa perda terkait pangan lokal. Khusus untuk sagu, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan-yayasan yang bergerak di bidang pelestarian sagu, agar ada perlindungan dan pengembangan yang lebih baik ke depan,” kata Denny.
Denny berharap, upaya tersebut dapat mendorong pelestarian sagu sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut.




