Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, H. Jayakusuma, menegaskan pihaknya akan mengawal dan mengawasi secara ketat pelaksanaan program Pendidikan Pace Mace (Pelajar Cerdas dan Mahasiswa Cerdas) yang menjadi bagian dari visi dan misi Gubernur Papua.
“Pengawasan tersebut dilakukan agar seluruh program berjalan sesuai sasaran, tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP), khususnya dalam mencegah angka putus sekolah,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/7/2026).
Menurut Jayakusuma, program pendidikan yang telah dirancang Pemerintah Provinsi Papua merupakan bentuk komitmen gubernur kepada masyarakat sehingga wajib direalisasikan secara maksimal.
“Ini merupakan visi dan misi gubernur yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Apa yang sudah diprogramkan harus dilaksanakan dengan baik. DPR Papua akan terus mengawasi agar program tersebut berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” kata Jayakusuma.
Jayakusuma mengatakan, salah satu harapan terbesar dari program tersebut adalah tidak adanya lagi siswa maupun mahasiswa asal Papua yang gagal menyelesaikan pendidikan akibat persoalan biaya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran pendidikan sehingga seluruh proses pendidikan harus diselesaikan sesuai masa studi yang ditentukan.
“Jangan sampai ada mahasiswa atau siswa yang putus sekolah di tengah jalan. Kalau pemerintah sudah menanggung biaya pendidikan, maka studi harus benar-benar diselesaikan tepat waktu. Kalau terlambat justru akan menambah beban anggaran dan terjadi pemborosan,” terangnya.
Jayakusuma mengingatkan agar pengalaman pada sejumlah program afirmasi pendidikan di masa lalu tidak kembali terulang. Menurutnya, masih banyak mahasiswa yang sempat terlantar karena pembiayaan tidak berlanjut sehingga gagal menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, mulai dari DPR Papua, Pemerintah Provinsi Papua, Dinas Pendidikan hingga lembaga pendidikan, membangun koordinasi yang baik demi menyukseskan program tersebut.
“Kita semua harus memiliki pemahaman yang sama terhadap program visi misi gubernur. DPR akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Selain itu, Jayakusuma juga mengingatkan para penerima manfaat agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Jayakusuma menilai, program pembiayaan pendidikan tidak boleh disia-siakan dengan berhenti kuliah atau putus sekolah di tengah jalan karena hal itu hanya akan merugikan negara dan masyarakat.
“Kami berharap para mahasiswa benar-benar serius menjalani pendidikan. Jangan sampai putus di tengah jalan karena pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk menyelesaikan pendidikan mereka,” ujarnya.
Jayakusuma juga menekankan pentingnya proses seleksi penerima bantuan pendidikan dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan karena kedekatan keluarga ataupun kepentingan tertentu.
“Seleksi harus dilakukan secara adil. Jangan sampai ada orang yang diprioritaskan hanya karena hubungan keluarga atau orang dalam. Yang harus menerima adalah mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan, Komisi V DPR Papua akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan program pendidikan akan menjadi salah satu indikator penilaian terhadap capaian visi dan misi Gubernur Papua pada akhir masa kepemimpinan.
“Program ini nantinya akan dievaluasi pada akhir periode kepemimpinan gubernur. Kita akan melihat apakah visi dan misi yang telah direncanakan berhasil dilaksanakan atau belum. Jika masih ada kekurangan, tentu harus menjadi perhatian pemerintah untuk disempurnakan ke depan,” pungkas Jayakusuma.













































