Kabid Humas Polda Papua Ajak Admin Medsos Berkolaborasi Wujudkan Kehumasan yang Modern

0
52

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengajak para admin media sosial untuk berkolaborasi membangun model kehumasan yang lebih modern, inovatif, edukatif, dan inspiratif.

Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama para pengelola konten digital di Mapolda Papua, sebagai upaya menjaga stabilitas informasi dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua.

“Pertemuan ini penting untuk memperkenalkan diri sekaligus memperkuat komunikasi dengan rekan-rekan semua,” ujar Cahyo, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, tantangan komunikasi publik yang dihadapi Polri saat ini jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Munculnya generasi digital-native yang akrab dengan internet membuat pola penyampaian informasi harus lebih adaptif.

“Generasi sekarang membutuhkan informasi visual, interaktif, singkat, dan emosional. Mereka tidak akan membaca teks panjang. Karena itu, Humas Polda Papua harus bertransformasi,” terangnya.

Cahyo menegaskan bahwa Polda Papua memberi perhatian besar pada digitalisasi informasi. Hal ini didukung dengan personel humas yang hampir lengkap sesuai struktur organisasi. Ia menolak pendekatan komunikasi lama yang hanya berisi pesan seremonial.

“Akun media sosial Polri tidak boleh sekadar berisi propaganda atau ucapan formal. Harus ada inovasi, kolaborasi, dan konten yang relevan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, ia meminta para admin media sosial turut menyebarkan informasi positif serta membantu menjaga stabilitas situasi, khususnya di Jayapura dan wilayah kabupaten yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Mari bersama menjaga situasi kamtibmas. Ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tantangan politik dan ideologi yang mungkin tidak ada di wilayah lain. Papua memiliki dinamika tersendiri,” katanya.

Cahyo menekankan bahwa kolaborasi dengan para pengelola akun digital menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak informasi yang berkembang pesat di ruang digital.

“Kita punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga masyarakat agar tidak terpengaruh hal-hal yang tidak kita inginkan. Beberapa peristiwa masa lalu menjadi pelajaran bagi kita semua,” pungkasnya.