Gubernur Fakhiri Dorong Kadin Jadi Lokomotif Ekonomi Papua Baru

0
268

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendorong percepatan pembangunan Papua Baru.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Kuat, Kolaborasi Hebat, Menuju Papua Cerah” ini berlangsung di Hotel Swiss-Bel, Jayapura, Jumat (21/11/2025). Dihadiri Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Ketua Kadin Papua Ronald Antonio, Forkopimda, serta pelaku usaha dari berbagai daerah.

Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menegaskan Rapimprov Kadin memiliki kedudukan penting karena mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun langkah bersama menuju Papua Baru 2025–2030.

“Tema ini menegaskan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.

Fakhiri menekankan peran Kadin semakin strategis menyusul adanya pemekaran wilayah Papua menjadi tiga daerah baru. Gubernur Fakhiri menantang Kadin Papua untuk mengambil peran sebagai lokomotif ekonomi daerah, termasuk memperkuat investasi dan mendorong UMKM naik kelas.

“Kadin tidak hanya meningkatkan iklim usaha, tetapi harus membuka peluang ekonomi baru di seluruh Papua,” ucapnya.

Gubernur juga menyoroti sektor-sektor prioritas yang harus digarap serius, seperti perikanan, pertanian, energi baru terbarukan, industri kreatif, dan pariwisata berkelanjutan.

Ia turut menyinggung rencana pembangunan kawasan Taman Port Mumbai yang akan menjadi wajah baru Jayapura, termasuk pembangunan jalur yang melintas di depan Kantor Kadin Papua.

Pemerintah, kata Gubernur Fakhiri, berkomitmen menggelar kegiatan resmi berikutnya di Kantor Kadin sebagai simbol kedekatan dan sinergi.

Baik Gubernur maupun Ketua Kadin menyampaikan harapan agar Rapimprov tahun ini menghasilkan keputusan strategis yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi Papua.

“Kita memerlukan investasi yang kuat, UMKM yang berkembang, dan dunia usaha yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Rapimprov ini harus melahirkan rekomendasi konkret,” tegasnya.

“Pemerintah dan dunia usaha harus berjalan berdampingan, saling mendukung, dan saling menguatkan. Itulah kunci menghadirkan Papua Cerah,” tandas Gubernur Fakhiri.

Sementara itu, Ketua Kadin Papua Ronald Antonio dalam sambutannya menegaskan Rapimprov 2025 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah kolaborasi dunia usaha dalam mendukung transformasi Papua.

“Kadin Papua percaya bahwa Papua Cerah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi multipihak. Dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri, demikian pula pemerintah membutuhkan kontribusi sektor swasta,” terangnya.

Ronald juga menyampaikan permohonan maaf kepada para Ketua Kadin kabupaten/kota karena belum maksimal memimpin organisasi dalam dua tahun terakhir. Meski demikian, Ronald menilai seluruh proses yang dilalui kini telah menghasilkan perkembangan positif.

“Hari ini Gubernur hadir langsung di rumah kita. Itu bukti bahwa Kadin Papua siap menjadi mitra strategis pemerintah lima tahun ke depan,” tegasnya.

Ditambahkan Ronald, fokus Kadin Papua ke depan mencakup penguatan hilirisasi, percepatan investasi, pembenahan tata kelola data, serta pemberdayaan UMKM di seluruh wilayah.