Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Demokrat yang melibatkan empat provinsi hasil pemekaran di Tanah Papua. Papua Induk, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan resmi dibuka oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhri.
Mengawali sambutannya, Gubernur Fakhiri mengatakan Rakerda ini menjadi momentum bagi Partai Demokrat untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus berperan lebih aktif dalam pembangunan di seluruh wilayah Papua.
“Pentingnya konsolidasi internal Partai Demokrat sebagai kekuatan politik yang berperan besar dalam pembangunan Papua.Gubernur Fakhiri mengatakan transformasi pembangunan Papua harus menempatkan manusia Papua sebagai pusat kemajuan,” terang gubernur Fakhiri mengawali sambutannya, Sabtu (29/11/2025).
Dijelaskan Gubernur Fakhiri, transformasi Papua Baru yang maju dan harmonis harus berakar pada pembangunan manusia. Papua tidak hanya harus berkembang secara ekonomi, tetapi juga kuat secara sosial dan budaya.
Fakhri memberikan apresiasi atas kontribusi Partai Demokrat dalam mendukung proses pembangunan Papua selama ini. Fakhri menilai, peran politik sangat penting dalam mengawal kebijakan publik serta menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kekuatan politik, termasuk Partai Demokrat, memiliki peran fundamental dalam menghadirkan solusi dan menjadi agen pemersatu masyarakat,” katanya.
Gubernur Fakhri menjelaskan berbagai fokus pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah Papua, khususnya di bidang pendidikan. Melalui program Papua Cerdas, pemerintah berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dengan menghadirkan tenaga pendidik berkualitas, memperluas akses layanan pendidikan, serta mempersiapkan generasi muda Papua menjadi pemimpin masa depan.
Ia juga menyoroti tantangan sektor kesehatan di wilayah geografis yang sulit dijangkau. Pemerintah, katanya, terus mengembangkan sarana dan prasarana kesehatan, memperkuat tenaga medis, menangani berbagai konflik, serta mendorong layanan kesehatan bergerak di daerah tertentu.
Di bidang ekonomi, pemerintah fokus mengembangkan komoditas unggulan daerah, mendorong pemberdayaan petani dan nelayan, serta memfasilitasi kreativitas generasi muda Papua.
“Semangat kemandirian ekonomi akan semakin kuat bila partai politik berkolaborasi dalam membina dan memperjuangkan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fakhri juga mengajak Partai Demokrat untuk menjadi teladan dalam praktik politik yang demokratis dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Menurutnya, keputusan politik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua.
“Rakerda harus melahirkan gagasan baru, program kerja yang realistis, serta strategi yang kokoh untuk memperkuat partai. Kekuatan politik bukan hanya terlihat dalam konsep, tetapi dalam dampaknya bagi kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Fakhri menegaskan pemekaran wilayah tidak mengubah jati diri masyarakat Papua sebagai satu kesatuan.
“Papua adalah satu. Sekalipun kini terbagi menjadi beberapa provinsi, kita tetap satu. Saya berjanji akan mengembalikan kejayaan Demokrat di Papua,” pungkasnya.




