Renstra 2025–2029 Jadi Kunci Transformasi Papua Cerdas dan Sejahtera

0
43

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Wakil Gubernur Papua, Ariyoko Rumaropen, secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2025–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Jayapura, Selasa (20/1/2026).

Wagub Ariyoko saat membacakan sambutan gubernur Papua Mathius D Fakhri menegaskan, forum perangkat daerah merupakan ruang strategis yang sangat penting karena menjadi wadah penyelarasan pemikiran, penguatan komitmen, serta penajaman arah pembangunan Papua untuk lima tahun ke depan. Ia mengapresiasi partisipasi aktif dan dedikasi seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam proses perencanaan tersebut.

“Penyusunan Renstra perangkat daerah tahun 2025–2029 bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Renstra memiliki posisi yang sangat krusial sebagai instrumen utama dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program, kegiatan, serta target kinerja yang konkret,” ujar Ariyoko.

Menurutnya, melalui Renstra, arah kebijakan pembangunan Papua dapat diturunkan secara operasional, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

Wagub Ariyoko mengingatkan, visi pembangunan Provinsi Papua adalah terwujudnya transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.

“Visi ini mengandung makna, pembangunan Papua ke depan harus berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan kesejahteraan masyarakat, serta kehidupan sosial yang harmonis dalam bingkai persatuan dan keberagaman,” katanya.

Wagub Ariyoko kembali menekankan sejumlah hal penting dalam penyusunan Renstra. Pertama, keselarasan dan sinkronisasi Renstra perangkat daerah dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Tahun 2025–2029, serta kebijakan nasional dan pemerintah kabupaten/kota agar tidak terjadi tumpang tindih program dan pemborosan anggaran.

Kedua, ketajaman target kinerja. Ia meminta setiap perangkat daerah mempertajam indikator kinerja, sasaran program, serta lokasi kegiatan sehingga setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua.

Ketiga, fokus pada isu-isu strategis daerah, seperti penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta pemantapan infrastruktur dasar dan kualitas layanan publik.

Selain itu, Wagub Papua mendorong penguatan partisipasi para pemangku kepentingan dalam forum tersebut agar seluruh masukan dapat dimanfaatkan secara konstruktif untuk penyempurnaan dokumen Renstra.

“Saya berharap Renstra yang disusun tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi pedoman kerja yang hidup, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima,” pungkasnya.

Wagub Ariyoko optimistis, melalui kerja keras, sinergi, dan komitmen bersama, transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.