Papua Cetak Sejarah, Turnamen Domino Terbesar Resmi Berakhir dengan Sukses

0
95

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Turnamen Nasional Domino Cendrawasih Papua Cup 2026 resmi berakhir dengan sukses. Kegiatan yang digelar selama tiga hari, yang diikuti 1.216 peserta, terdiri dari 512 pasang peserta reguler (1.024 atlet) dan 96 tim eksekutif (192 atlet), menjadi turnamen domino terbesar yang pernah dilaksanakan di Papua dengan total hadiah mencapai Rp335 juta.

Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua, Supriadi Laling, mengatakan turnamen ini membuktikan bahwa olahraga domino membutuhkan keahlian serta dapat menjadi wadah positif bagi masyarakat.

“Juara pertama reguler diraih oleh tim Gardu Blade dan juara kedua dari Timika, sedangkan juara pertama eksklusif Gardu DCC, dan juara dua Gardu Jalur 2 Biak. Ini membuktikan bahwa semua peserta memiliki kemampuan yang mumpuni. Turnamen ini juga menjadi bukti bahwa Papua mampu menyelenggarakan event besar secara sukses,” ujar Supriadi usai pertandingan final di Hotel Horison Kotaraja, Selasa (10/2/2026).

Supriadi menambahkan, selama ini domino kerap identik dengan Sulawesi Selatan. Namun melalui turnamen ini, Papua menunjukkan potensi besar dengan berhasil menembus babak semifinal dan final.

“Ini menandakan bahwa domino bisa dimainkan oleh semua kalangan. Harapan kami ke depan, akan lahir atlet-atlet domino terbaik dari Papua yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional,” jelasnya.

Supriadi juga menegaskan, turnamen ini dilaksanakan tanpa unsur perjudian. Menurutnya, olahraga domino justru menjadi sarana menyalurkan bakat dan mempererat kebersamaan masyarakat.

“Kami membuktikan, domino bisa dimainkan secara sportif, tanpa indikasi perjudian. Meski ada dinamika selama pertandingan, seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan hingga final,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PORDI Kabupaten Jayapura, Johnny Lumba, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, panitia, sponsor, serta para wartawan yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Turnamen ini memperlihatkan semua kalangan bisa duduk bersama, tanpa melihat latar belakang. Dalam satu meja, kita sama rendah dan sama tinggi, bermain domino dalam suasana kekeluargaan dan kerukunan,” ujarnya.

Lumba berharap, turnamen domino dapat digelar secara rutin di kabupaten dan kota se-Papua, termasuk di Kota Jayapura, dengan melibatkan UMKM serta hiburan dari artis nasional maupun lokal.

Lebih lanjut Johnny menjelaskan, pembinaan atlet domino dilakukan secara berjenjang hingga ke tingkat distrik agar olahraga ini bisa menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Jayapura.

Ketua Panitia Turnamen, Sintia Talantan, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung sejak 7 hingga 9 Februari 2026 dan berjalan lancar meski terdapat sedikit keterlambatan waktu.

“Kami akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan ke depan bisa lebih baik. Terima kasih kepada seluruh sponsor, UMKM, dan pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.

Dirinya berharap turnamen domino dapat terus dikembangkan sebagai ajang pembinaan atlet, khususnya untuk melahirkan bibit-bibit atlet domino berprestasi dari Tanah Papua.