IKEMAL Papua Gelar Ibadah Syukur HUT PI Ke 171 Tahun

0
143

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Pusat di Tanah Papua menggelar ibadah syukur Hari ulang Tahun (HUT) ke 171 tahun Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua. Ibadah tersebut berlangsung di Aula Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Senin (16/9/2026), dan dipimpin oleh Pastor Jhon Bunei.

Ibadah syukur itu turut diisi dengan fragmen singkat yang menggambarkan perjalanan dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, dari Tidore menuju Pulau Mansinam, Papua.

Dalam fragmen tersebut diceritakan kondisi Papua pada abad ke-18 sebelum Injil masuk dan mengubah peradaban masyarakat setempat. Saat itu, kehidupan masyarakat masih diwarnai praktik-praktik kepercayaan tradisional, termasuk okultisme dan kekerasan antar sesama.

Perjalanan penginjilan bermula ketika Ottow dan Geissler mengikuti panggilan iman mereka. Pada 26 Juli 1852, keduanya berangkat dari Rotterdam menuju Hindia Belanda dan tiba di Batavia pada 7 Oktober 1852 setelah menempuh perjalanan sekitar empat bulan. Setelah mengurus administrasi perjalanan, mereka melanjutkan misi ke Ternate dan tiba pada 30 Mei 1854.

Kedatangan mereka di Ternate telah diketahui oleh Pendeta Hoveker dan istrinya, yang menyambut keduanya dengan ramah di pelabuhan. Selama berada di Ternate, Ottow dan Geissler mempelajari bahasa serta menggali informasi mengenai situasi dan kondisi Papua.

Pendeta Hoveker kemudian menghadap Sultan Tidore untuk mengurus perizinan. Dalam fragmen tersebut digambarkan bahwa Sultan Tidore telah mengetahui identitas keduanya sebagai misionaris. Sultan pun memberikan izin, menyediakan kapal, serta memerintahkan para kepala suku untuk membantu dan melindungi mereka selama berada di wilayah kekuasaan Kesultanan.

Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan, Ottow dan Geissler tiba di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855. Setibanya di pantai berpasir putih itu, keduanya berlutut dan memanjatkan doa syukur dengan pernyataan yang kemudian dikenal luas: “Sebab itu, atas nama Tuhan, kami menginjakkan kaki di tanah ini.”

Selama di Papua, selain mengajarkan Alkitab, Ottow dan Geissler juga memperkenalkan pendidikan, keterampilan pertukangan, teknik bercocok tanam, serta pelayanan kesehatan. Kehadiran mereka kemudian kerap disebut sebagai awal dari “peradaban baru” di Tanah Papua.

Sementara dalam khotbah Pastor Jhon Bunei menegaskan pentingnya mengingat peran Maluku dan Maluku Utara dalam sejarah masuknya Injil ke Papua.

“Ada yang sering terlupakan, bahwa sejarah Injil masuk ke Papua bermula dari Tidore, Maluku Utara. Tanpa mereka, Papua tidak seperti sekarang ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Maluku dan Maluku Utara. “Terima kasih kepada orang Maluku dan Maluku Utara. Berkat moyang kalian, saya adalah buah dari Injil itu,” kata Bunei.

Di akhir khotbahnya, ia berpesan kepada generasi muda Maluku dan Maluku Utara agar menjaga nama baik serta tidak mencoreng dedikasi para leluhur yang telah meletakkan dasar pekabaran Injil di Tanah Papua.