Harga Tiket Pesawat Turun, Gubernur Papua Soroti Dugaan Permainan Oknum

0
9

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, menyoroti persoalan kelangkaan tiket pesawat yang terjadi meskipun pemerintah telah menurunkan harga tiket hingga 17 persen. Ia menduga adanya praktik tidak wajar oleh oknum yang memanfaatkan kebijakan tersebut.

Menurut Fakhiri, kebijakan penurunan harga tiket semula disambut baik oleh masyarakat. Namun, hanya dalam waktu dua hari, tiket pesawat dilaporkan habis diborong sehingga sulit diakses oleh masyarakat umum.

“Kami sudah sampaikan sebelumnya harga tiket diturunkan 17 persen, semua senang. Tapi dua hari kemudian, saat masyarakat mencari tiket, ternyata sudah habis diborong oleh pihak-pihak tertentu,” ujarnya, saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama di gedung negara, Rabu (18/3/2026).

Gubernur Fakhri menilai kondisi ini merugikan masyarakat, khususnya mereka yang hendak melakukan perjalanan atau mudik. Saat ini, ketersediaan tiket dilaporkan habis hingga tanggal 19, dan baru akan tersedia kembali setelahnya.

Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tersebut. Salah satu langkah yang akan diambil adalah memperketat pengawasan terhadap distribusi tiket agar tidak terjadi penimbunan atau penjualan kembali dengan harga yang tidak wajar.

“Kami tidak akan membiarkan ada pihak yang mempermainkan kebijakan pemerintah. Ini sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Fakhiri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Dan menegaskan ke depan, pemerintah akan lebih aktif melakukan kontrol.

Selain itu, dirinya meminta dukungan dari aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan, serta pihak terkait di sektor penerbangan untuk bersama-sama mengawasi distribusi tiket agar tidak terjadi penyimpangan.

“Kami harap ke depan tidak ada lagi kebocoran seperti ini, karena sangat menyengsarakan masyarakat, terutama yang ingin mudik,” terangnya.

Pemerintah Provinsi Papua sebelumnya telah berupaya membantu masyarakat melalui kebijakan penurunan harga tiket pesawat. Namun, adanya dugaan praktik tidak wajar ini menjadi perhatian serius yang akan ditindaklanjuti.

“Kedepan, pengawasan akan menjadi prioritas utama agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.