Tokoh Adat dan Pemuda Papua Tolak Aksi Demonstrasi

0
38

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Sejumlah tokoh adat dan pemuda Papua menyatakan penolakan terhadap aksi demonstrasi yang dinilai kerap mengganggu ketertiban dan aktivitas masyarakat di Kota Jayapura.

Penolakan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya aksi yang dilakukan oleh oknum kelompok yang mengatasnamakan organisasi kepemudaan dan masyarakat Papua.

Pemuda Papua, Suriel Absalom, menegaskan bahwa pihaknya menolak keras aksi-aksi demonstrasi yang dianggap tidak membawa dampak positif bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa sejumlah aksi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas publik, tetapi juga diduga ditunggangi kepentingan politik tertentu.

“Kami yang tergabung dalam organisasi pemuda menolak keras adanya oknum yang sering melakukan aksi demo di Kota Jayapura. Selain merugikan banyak orang karena aktivitas terganggu, aksi-aksi ini diduga memiliki kepentingan politik. Kami menolak segala bentuk demonstrasi yang merugikan masyarakat maupun pemerintah, apalagi jika tidak memiliki izin yang jelas,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa setiap kegiatan demonstrasi seharusnya tidak hanya mengantongi izin dari aparat kepolisian, tetapi juga perlu mendapat persetujuan dari tokoh adat setempat sebagai pemilik wilayah adat. Menurutnya, selama ini wilayah Tanah Tabi dikenal sebagai daerah yang hidup damai dengan keberagaman suku.

“Jangan sampai karena kepentingan tertentu, ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi yang justru merusak kedamaian,” tambahnya.

Lebih lanjut, Suriel menilai bahwa sebagian pemuda yang terlibat dalam aksi demonstrasi kerap berasal dari kelompok yang tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga rentan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pernyataan senada disampaikan oleh tokoh masyarakat adat Tabi, Soleman Demetouw. Ia menegaskan penolakan terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan oleh segelintir kelompok yang mengatasnamakan masyarakat Papua.

Menurutnya, aksi-aksi tersebut berpotensi mengganggu berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelaku usaha, pelajar, pegawai, hingga masyarakat umum lainnya di Kota Jayapura.

“Kami mewakili adat Tabi menolak adanya aksi-aksi yang dapat merugikan banyak orang. Tolong jaga tanah adat kami, Tanah Tabi, yang menjadi rumah damai bagi kita semua,” tegasnya.

Para tokoh tersebut berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat menjaga ketertiban dan kedamaian di Jayapura, serta tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan tertentu yang dapat merugikan kehidupan bersama.