Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Pemerintah Kota Jayapura bekerja sama dengan PT Soney Raya resmi menutup Pelatihan Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama angkatan ke-V yang diikuti 88 peserta, di Balai Koperasi Provinsi Papua, Sabtu (2/6/2026).
Penutupan pelatihan tersebut dihadiri jajaran Polda Papua. Sambutan Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin dibacakan oleh Direktur Binmas Polda Papua Kombes Pol Erick Kadir Sully, S.I.K.
Dalam sambutannya, Kapolda Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan Gada Pratama merupakan langkah penting dalam menciptakan tenaga keamanan yang profesional, disiplin, tangguh, dan berintegritas.
“Menjadi seorang satuan pengamanan bukan sekadar memakai seragam, tetapi merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar dalam membantu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Direktur Binmas Polda Papua Kombes Pol Erick Kadir Sully, S.I.K.
Lebih lanjut, Kombes Erick Sully menekankan pentingnya sikap positif, loyalitas, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu, keterampilan, serta pembinaan mental yang telah diperoleh selama pelatihan.
Selain itu, para lulusan diminta untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga nama baik profesi, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi tempat bekerja.
Kepada para penyelenggara dan instruktur, Kapolda Papua turut menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras dalam membina peserta hingga menyelesaikan pelatihan dengan baik.
Sementara itu, ditempat terpisah Direktur Binmas Polda Papua Kombes Pol Erick Kadir Sully, S.I.K. selaku pembina pelatihan menjelaskan pelatihan satpam memiliki jenjang kurikulum, mulai dari Gada Pratama, Gada Madya, hingga Gada Utama. Untuk angkatan ke-V ini difokuskan pada tingkat dasar, yakni Gada Pratama.
Disebutkan pula mayoritas peserta merupakan Orang Asli Papua (OAP), yang diharapkan dapat menjadi tenaga keamanan profesional di berbagai wilayah di Tanah Papua.
Selama pelatihan yang berlangsung selama 14 hari, kegiatan berjalan lancar meskipun terdapat beberapa peserta yang mengalami gangguan kesehatan ringan. Namun, seluruh peserta tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para lulusan dapat segera terjun ke dunia kerja dan berkontribusi dalam menjaga keamanan di lingkungan kerja maupun masyarakat.




