Kunjungi Trimuris, Burmeso dan Teba, Gubernur Fakhiri Prioritaskan Infrastruktur Jalan hingga Transportasi Laut Murah

0
9

Mambra,Beritapapuaterkini.com – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan komitmennya membuka keterisolasian wilayah Kabupaten Mamberamo Raya melalui pembangunan konektivitas jalan, transportasi laut, hingga penguatan layanan kesehatan dan pendidikan.

Hal itu disampaikan Fakhiri saat mengunjungi Kampung Trimuris, Burmeso, dan Teba di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Minggu (17/5/2026).

Dihadapan masyarakat, Fakhiri mengatakan kondisi pemerintahan saat ini menghadapi tantangan berat akibat dampak ekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berimbas pada kebijakan efisiensi anggaran hingga ke daerah.

“Kalau tadi Pak Bupati bilang tidak ada uang, itu betul. Semua terkena efisiensi, penghematan. Semua dipotong sana-sini,” ujar Fakhiri.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Papua tetap berupaya mendorong pembangunan di wilayah terisolasi, terutama di Mamberamo Raya. Ia menyampaikan sejumlah rencana pembukaan akses jalan yang akan menghubungkan beberapa wilayah strategis.

“Kami akan buka dari Bonggo menuju daerah Dabra. Kemudian dari Burmeso juga naik ke daerah Dabra. Kemudian dari Kasona menuju Trimuris,” katanya.

Fakhiri juga mengaku ingin membangun akses jalan dari Pantai Barat hingga Teba agar mobilitas masyarakat semakin mudah.
“Kalau pemimpinnya bisa rukun-rukun seperti saya dan Pak Bupati, ini ke depan pasti bisa terwujud,” tambahnya.

Selain pembangunan jalan, Pemprov Papua juga menyiapkan penguatan transportasi laut dengan menjadikan wilayah Mamberamo sebagai pelabuhan transit penghubung antardaerah.

Ia menyebut masyarakat nantinya ditargetkan bisa bepergian ke Jayapura hingga tiga kali dalam seminggu dengan subsidi pemerintah.
“Kami berharap dalam waktu satu minggu itu masyarakat bisa tiga kali pulang pergi ke Jayapura dengan biaya yang murah dan intervensi dari pemerintah provinsi,” katanya.

Di sektor kesehatan, Fakhiri memberi perhatian khusus terhadap tingginya kasus malaria, tuberkulosis, dan HIV/AIDS di Mamberamo Raya. Ia meminta tenaga kesehatan lebih aktif menjangkau masyarakat.

“Pembunuh terbesar orang asli Papua yaitu Aids, Tuberkulosis dan Malaria,” tegasnya.

Menurut dia, fasilitas kesehatan di Teba, Trimuris, dan Bagusa juga akan ditingkatkan agar pelayanan kesehatan tidak lagi menjadi kendala bagi masyarakat pedalaman.

“Saya berharap nanti puskesmas yang ada di Teba ini harus kuat. Paling tidak untuk transfer pasien itu bisa diatasi dulu di Teba,” katanya.

Selain kesehatan, Pemprov Papua juga akan mendorong pembangunan sekolah berasrama dan sekolah rakyat di sejumlah titik untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di Mamberamo Raya.

“Kita membangun supaya masyarakat tidak turun lagi ke Jayapura. Mungkin di Teba kita buat, di Trimuris,” pungkasnya.