Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Satgas Damai Cartenz 2026,terus mendalami kasus penembakan yang menewaskan Nikolas F Goselin, yang merupakan pilot warga negara Amerika Serikat serta pembakaran pesawat milik PT AMA di Lapangan Terbang Balingga, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026) lalu.
Terkait kejadian itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.
Kombes Pol Yusuf mengatakan korban telah berhasil dievakuasi oleh personel TNI pada Jumat pagi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Jayapura sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Visum dilakukan untuk membantu menjelaskan penyebab kematian korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak diperlukan autopsi karena luka yang dialami korban sudah dapat menjelaskan penyebab kematiannya,” ujar Yusuf saat melakukan konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Jayapura, Jumat (3/7/2026).
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Jayapura, Kombes Pol dr. Rommy Sebastian, menjelaskan hasil pemeriksaan forensik terhadap jenazah pilot berusia 29 (Alm Nikolas F Goselin).
Menurut Rommy, korban mengalami luka tembak masuk pada pipi kiri yang menembus hingga keluar melalui area telinga kanan. Jalur peluru menyebabkan patah tulang rahang, tulang wajah, serta merusak dasar tengkorak.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan luka tembak masuk dari pipi kiri dan keluar melalui telinga kanan. Berdasarkan hasil X-ray, proyektil mengakibatkan kerusakan pada dasar tengkorak sehingga menyebabkan korban meninggal dunia dengan cepat,” jelasnya.
Selain luka tembak, tim forensik juga menemukan sejumlah patah tulang pada bagian rahang akibat hantaman proyektil. Pemeriksaan dilakukan melalui visum luar yang didukung dengan pemeriksaan radiologi atau X-ray.
Ditambahkan Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, hngga saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz bersama aparat terkait masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh pelaku dan motif penyerangan yang mengakibatkan tewasnya pilot serta pembakaran pesawat milik PT AMA, yang selama ini melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di wilayah pedalaman Papua.




