FKPN Dibentuk di Papua, Pemuda Lintas Paguyuban Siap Perkuat Persatuan

0
22
0-3936x1728-0-0-{}-0-24#

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Forum Komunikasi Pemuda Nusantara (FKPN) dibentuk di Papua sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi pemuda lintas paguyuban untuk memperkuat persatuan, menjaga silaturahmi, serta mencegah potensi konflik horizontal dan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ketua Tim Formatur FKPN mengatakan, pembentukan forum tersebut dilatarbelakangi kondisi keamanan dan meningkatnya isu SARA di Papua yang dinilai membutuhkan peran aktif pemuda dalam menjaga hubungan antarkelompok masyarakat.

“FKPN ini menjadi rumah bersama untuk membangun komunikasi lintas paguyuban, terutama dalam menghadapi persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal,” ujarnya, kepada awak media, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, FKPN akan menjadi ruang komunikasi bagi pemuda dari berbagai paguyuban di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan wilayah sekitarnya. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antarpemuda sekaligus menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi secara bersama.

Ia menjelaskan, proses pembentukan FKPN diawali dengan konsolidasi dan komunikasi bersama sejumlah paguyuban kepemudaan. Sosialisasi dan pengenalan organisasi kemudian dilakukan untuk menyatukan persepsi serta membangun visi bersama.

“Rencananya FKPN akan dideklarasikan pada 28 Oktober 2026. Setelah deklarasi, kami akan melanjutkan ke tahapan musyawarah atau kongres,” katanya.

Selain deklarasi dan musyawarah, tim formatur juga akan melengkapi legalitas organisasi melalui proses administrasi dan pendirian organisasi, termasuk pengurusan akta notaris serta pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Tim Formatur menegaskan, FKPN terbuka bagi pemuda dari berbagai latar belakang dan paguyuban. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menjaga persatuan masyarakat di Tanah Papua.

“Papua merupakan bagian dari Indonesia dan menjadi tempat hidup berbagai suku bangsa. Karena itu, kita harus menegaskan bahwa kita semua hidup di tanah yang sama dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Formatur FKPN, Rezkiana, mengatakan pertemuan yang digelar merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 28 Agustus 2026.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi bagian dari tahapan kerja organisasi sebelum pelaksanaan deklarasi dan musyawarah atau kongres FKPN.

“Kami mulai menjalankan satu per satu kerja organisasi hingga nanti proses deklarasi dan musyawarah atau kongres berlangsung,” kata Rezkiana.

Ia mengapresiasi kehadiran para pimpinan paguyuban kepemudaan dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, sejumlah paguyuban menyampaikan bahwa selama ini belum terdapat wadah khusus yang dapat mengakomodasi peran pemuda ketika terjadi persoalan antarkelompok.

“Selama ini ketika terjadi konflik, biasanya orang tua yang turun langsung melalui kerukunan. Dengan terbentuknya FKPN, kami berharap pemuda juga dapat mengambil peran untuk mengantisipasi dan meminimalisasi konflik,” ujarnya.

Rezkiana menambahkan, FKPN diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi juga menjadi ruang komunikasi aktif bagi pemuda lintas paguyuban dalam menjaga keamanan, persatuan dan hubungan sosial di Tanah Papua.

“Harapan kami, pemuda dapat berperan aktif dalam mengantisipasi konflik dan menjaga kebersamaan di Papua,” pungkasnya.