Yanni Pacu Konsolidasi Partai Gerindra di Yapen dan Waropen

0
18

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Ketua DPD Partai Gerindra Papua Yanni mulai memperkuat mesin organisasi partai di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen.

Dua surat tugas yang diterbitkan DPD Gerindra Papua pada 2 Oktober 2026 menjadi langkah awal konsolidasi tersebut. Eko Susilo ditugaskan membenahi struktur Gerindra di Kepulauan Yapen. Gatot Sukarno mendapat mandat sebagai Koordinator Wilayah Kepulauan Yapen dan Waropen.

Penugasan Eko memiliki cakupan yang jelas. Ia diminta merevitalisasi DPC Gerindra Kepulauan Yapen, membenahi 17 PAC, serta menyusun calon anggota legislatif 2029 dari kader Gerindra di daerah itu.

Gatot mendapat tugas mengoordinasikan konsolidasi di Yapen dan Waropen. Ia juga diminta memperkuat DPC dan PAC, membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, lembaga dan pemangku kepentingan, serta menyampaikan perkembangan organisasi kepada DPD Gerindra Papua.

Yanni menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan partai di kedua wilayah.

“Intinya konsolidasi, penguatan partai. Mesin partai harus tetap hidup dari hari ke hari, jangan menunggu musim Pemilu” ujar Yanni di Jayapura, Sabtu (3/10/2026).

Kerja politik punya arti penting dalam kehidupan partai, karena organisasi membutuhkan jaringan yang bekerja dekat dengan masyarakat. Dari struktur bawah, partai mendengar persoalan warga, menghimpun aspirasi, menjalankan pendidikan politik dan menemukan kader yang siap diberi tanggung jawab lebih besar.

“Sebagai pemimpin partai, kita dituntut mampu menyegarkan semangat kader dalam melakukan kerja-kerja politik. Tidak hanya di bidang elektoral, tapi juga terkait pendidikan politik, penyerapan aspirasi, partisipasi serta rekrutmen politik,” katanya.

Karena itu, pembenahan DPC dan PAC di Yapen punya hubungan langsung dengan persiapan kader. Surat tugas Eko juga mengarah ke Pemilu 2029 melalui penyusunan calon anggota legislatif dari kader Gerindra.

Yanni juga menempatkan loyalitas kader kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari kerja organisasi. Loyalitas itu harus terlihat dalam sikap, kerja dan penguasaan terhadap garis perjuangan partai.

“Kader Gerindra harus memahami gagasan besar Presiden Prabowo dan menguasai kebijakan pemerintah secara rinci,” ujar Yanni.

Yanni sebelumnya meminta kader Gerindra menguasai detail kebijakan prioritas Presiden Prabowo agar mampu menjawab pertanyaan masyarakat dan memberikan informasi yang benar. Ia juga meminta kader memahami landasan filosofis, latar belakang historis dan aspek sosiologis dari kebijakan pemerintah.

Pesan itu penting untuk kader yang bekerja di lapisan bawah. Mereka berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka mendengar keluhan, menerima pertanyaan dan menjelaskan kebijakan pemerintah kepada warga.

Kader harus mampu menjelaskan program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, perumahan rakyat serta penguatan ekonomi rakyat dan UMKM dengan pengetahuan yang utuh.

Selanjutnya Yanni berencana mengunjungi Kepulauan Yapen dan Waropen pada akhir Oktober. Kunjungan itu akan menjadi bagian dari agenda konsolidasi Gerindra di dua wilayah tersebut sekaligus melihat langsung perkembangan organisasi yang sedang diperkuat.

“Politik punya panggung, dan partai punya akar. Saat ini adalah waktu yang tepat bagi kami untuk memperkuat akar Partai Gerindra di Yapen dan Waropen,” tandas Yanni.