Jayapura,BPT.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, memusnahkan sebanyak 550 surat suara rusak dan surat suara lebih menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua tahun 2024.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 304/PHPU.GUB-XXIII/2025, sekaligus bentuk transparansi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
“Pemusnahan ini merupakan wujud transparansi publik dan pelaksanaan regulasi, khususnya Keputusan KPU RI Nomor 1519 Tahun 2024,” ujar Ketua KPU Keerom Melianus Gobai, dalam rilisnya yang diterima oleh media ini, Selasa (5/8/2025).
Dijelaskan Gobai, pemusnahan surat suara rusak dan lebih harus dilakukan paling lambat H-1 sebelum pelaksanaan PSU. Seluruh surat suara yang layak pakai telah didistribusikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), sementara sisanya dimusnahkan secara terbuka.
Ia merinci, dari total 550 surat suara yang dimusnahkan, 3 lembar merupakan surat suara rusak, dan 547 lembar merupakan surat suara lebih.
“Sebelum dimusnahkan, seluruh surat suara tersebut telah dihitung ulang di hadapan Bawaslu dan aparat kepolisian untuk memastikan jumlahnya akurat dan sesuai dengan berita acara,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Teknis KPU Keerom, Izac Zet Matulessy menuturkan, kegiatan pemusnahan ini disebut sebagai komitmen KPU Keerom dalam menjaga integritas dan akuntabilitas tahapan PSU yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025.
“Kami pastikan tidak ada satu pun surat suara yang disimpan oleh KPU setelah proses ini. Semua telah tercatat dan disaksikan pihak terkait,” tegas Matulessy.
Pelaksanaan PSU Pilgub Papua ini akan digelar di delapan kabupaten dan satu kota, termasuk Kabupaten Keerom. Pemilihan ulang ini diikuti oleh dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur:
Benhur Tomi Mano – Constan Karma (Nomor Urut 1)
Matius D. Fakhiri – Aryoko A.F. Rumaropen (Nomor Urut 2)
Di akhir pernyataannya, Matulessy menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan PSU di Keerom.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, TNI-Polri, Bawaslu, serta tokoh masyarakat yang telah berkontribusi. Mari kita kawal bersama agar PSU ini menghasilkan pemimpin yang sah dan legitimate,” pungkasnya.




