Muara,Beritapapuaterkini.com – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit (RS) Ramela, Fredriks Y. Hisage, menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut, terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
Selama delapan bulan menjabat, Ramela menilai pelayanan di RS Karmela sudah berjalan sesuai standar rumah sakit tipe D, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun sarana prasarana. Rumah sakit ini juga telah meraih akreditasi paripurna, sebagai bukti peningkatan mutu pelayanan.
“Kami terus berupaya melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana agar pelayanan ke depan bisa maksimal dan sesuai dengan standar rumah sakit,” ujar Fredriks, Selasa (29/10/2025).
Fredriks menjelaskan, saat ini RS Ramela sedang mengembangkan bangunan khusus untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk ruang perawatan bayi. Namun, pihaknya masih membutuhkan sejumlah alat kesehatan tambahan, seperti ventilator, monitor pasien, dan peralatan pendukung operasi.
Baru-baru ini, rumah sakit juga mendapat hibah alat sterilisasi dari TP3KB untuk mendukung pelayanan operasi, khususnya bagi ibu yang membutuhkan prosedur sterilisasi. Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal penambahan anggaran untuk melengkapi fasilitas tersebut.
“Tahun 2025 kami mendapat anggaran sekitar Rp26 miliar, namun dengan efisiensi turun menjadi Rp16 miliar. Padahal jumlah pasien terus meningkat setiap tahun, bahkan mencapai lebih dari seribu kunjungan per bulan,” jelasnya.
Selain sarana dan prasarana, Fredriks juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan bagi tenaga medis dan perawat agar dapat memberikan pelayanan terbaik.
“Kami juga siapkan pelatihan bagi perawat agar bisa meningkatkan kompetensinya, khususnya dalam pelayanan keperawatan di ruang intensif,” tambahnya.
Fredriks menuturkan, meski menghadapi keterbatasan anggaran, RS Ramela tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bahkan, rumah sakit berkomitmen melayani pasien yang tidak memiliki jaminan kesehatan dengan kebijakan jaminan langsung dari pihak rumah sakit.
“Kalau pasien datang tanpa jaminan, kami tetap layani. Saya bertanggung jawab sebagai direktur agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” terangnya.
Fredriks berharap, pemerintah daerah dapat terus mendukung upaya peningkatan pelayanan di RS Ramela, baik melalui bantuan alat kesehatan maupun tambahan anggaran, agar rumah sakit ini benar-benar dapat menjadi pusat rujukan kesehatan ibu dan anak di wilayah Muara maupun kota Jayapura.




