Gubernur Papua : Pelantikan HKJSM Wujud Kebersamaan Bangun Papua Baru

0
37

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Pengurus Himpunan Keluarga Jawa Sunda Madura (HKJSM) Provinsi Papua periode 2025–2030 di Lantik oleh ketua Dewan Pembina yang juga gubernur Papua, Mathius D Fakhri. Acara pelantikan DPP, DPW dan DPW Srikandi HKJSM berlangsung di Hotel Horizon Kotaraja, Minggu (9/11/2025).

Gubernur Papua Mathius D Fakhri melalui Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua, M.D. Setiawahyudi, menyampaikan selamat dan apresiasi atas dilantiknya pengurus DPP dan DPW Srikandi Himpunan Keluarga Jawa Sunda Madura (HKJSM) Provinsi Papua periode 2025–2030.

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan hanya seremonial organisasi, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk memperkuat kontribusi masyarakat perantau dalam membangun Papua yang lebih maju, damai, dan harmonis.

“Acara hari ini bukan sekadar pelantikan organisasi. Lebih dari itu, ini adalah perayaan kebersamaan, pernyataan persaudaraan, dan komitmen kita semua untuk membangun Papua baru yang lebih baik,” ujar Setiawahyudi saat sambutan gubernur Papua Mathius D Fakhri.

Ia menegaskan, Papua adalah rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan. Keberagaman tersebut, dan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Papua yang inklusif dan damai.

“Kita semua datang dari latar yang berbeda ada Papua, Jawa, Sunda, Madura, Bugis, Batak, Minahasa, dan lainnya tetapi kita disatukan oleh tekad yang sama yakni membangun Tanah Papua, tanah damai dan tanah harapan,” tambahnya.

Setiawahyudi juga menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua kini tengah mengusung visi besar “Papua Cerah”, yang mencakup tiga pilar utama: Papua Cerdas, Papua Sejahtera, dan Papua Harmoni.

Menurutnya, “Papua Cerdas” berarti membangun sumber daya manusia berpengetahuan dan mandiri; “Papua Sejahtera” berfokus pada ekonomi rakyat dan pemberdayaan masyarakat sementara “Papua Harmoni” menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan toleransi antar warga.

“Untuk mewujudkan visi ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh anak bangsa, termasuk saudara-saudari dari Jawa, Sunda, dan Madura yang telah lama menjadi bagian dari keluarga besar Papua,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Setiawahyudi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga HKJSM atas kontribusinya dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan Pemilu di Papua.

“Berkat dukungan semua pihak, termasuk keluarga besar HKJSM, Pemilu di Papua berjalan aman dan damai. Ini bukti kita semua matang berdemokrasi dan memiliki tekad menjaga kedamaian di Tanah Papua,” tegasnya.

Ia berharap program kerja yang akan dijalankan oleh pengurus baru HKJSM dan Srikandi dapat disinergikan dengan visi dan misi pemerintah daerah agar pembangunan Papua dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HKJSM di Tanah Papua, Sarminanto, menyampaikan optimisme dan rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi tersebut selama 18 tahun berkiprah di Papua.

Sarminanto menjelaskan, HKJSM merupakan wadah bagi masyarakat asal Pulau Jawa dan Madura, yang di dalamnya juga mencakup komunitas suku Sunda, Osing, Betawi, Banten, dan Tengger.

“Kami optimistis, meski banyak suka duka dalam perjalanan, pengurus dan anggota HKJSM tetap solid menghadapi dinamika sosial di Papua. Kami berkomitmen untuk terus berkarya dan bermitra dengan pemerintah,” ujar Sarminanto.

Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari di Papua. Menurutnya, prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Harus menjadi pedoman seluruh anggota HKJSM dalam berinteraksi dengan masyarakat asli Papua.

“Kita wajib menjaga nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, dan merawat toleransi dalam keberagaman. Itulah dasar kebersamaan kita di tanah ini,” katanya.

Sarminanto juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjadi “corong kebaikan” dan pelopor kerukunan di Kota Jayapura serta di seluruh wilayah Papua.

“Mari kita menjadi corong kebaikan untuk kerukunan. Wujudkan falsafah Jawa ‘Sepi ing pamrih, rame ing gawe’ — banyak berkarya tanpa berharap imbalan. Itulah semangat yang harus kita pegang dalam membangun Papua,” pungkasnya.