Pemprov Papua Tegaskan Komitmen Jadikan Ikan Pilar Ketahanan Pangan pada HARKANAS 2025

0
61

Jayapura, Beritapapuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua menegaskan kembali komitmennya menjadikan ikan sebagai pilar utama ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat pada peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANAS) ke-12 Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Jayapura, Selasa (25/11/2025), mengusung tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045.”

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan HARKANAS adalah momentum penting untuk menegaskan ikan bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga fondasi kesehatan dan kecerdasan masyarakat.

“Ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi, kaya akan omega-3, DHA, EPA, vitamin, dan mineral yang sangat esensial bagi kecerdasan, tumbuh kembang anak, serta kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Fakhiri.

Fakhiri menegaskan peringatan HARKANAS tahun ini sejalan dengan visi besar pemerintah provinsi, yakni “Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis,” yang diterjemahkan dalam tiga misi utama pembangunan: Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.

Melalui misi Papua Sehat, pemerintah berkomitmen meningkatkan status gizi masyarakat serta menurunkan angka stunting nasional yang pada awal 2025 tercatat berada di angka 19,85 persen.

“Konsumsi ikan didorong sebagai intervensi lintas sektor yang efektif, mengingat ikan adalah sumber protein murah dan mudah diakses,” jelas Fakhiri.

Di sisi lain, pemenuhan nutrisi berkualitas turut menjadi dasar bagi misi Papua Cerdas. Pemerintah meyakini peningkatan konsumsi ikan pada anak-anak Papua akan memperkuat lahirnya generasi unggul menuju Generasi Emas 2045.

Dalam misi Papua Produktif, sektor perikanan digadang-gadang sebagai salah satu motor ekonomi daerah. Tingginya konsumsi ikan di Papua, yang mencapai 75,78 kg/kapita/tahun, jauh di atas rata-rata nasional, menunjukkan besarnya potensi perikanan yang dapat terus dikembangkan.

Momentum HARKANAS ke-12 ini dimanfaatkan Pemprov Papua untuk menegaskan empat fokus kebijakan strategis, yaitu ;

Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat gizi ikan.

Memperkuat kesehatan keluarga Papua dan akses terhadap pangan bergizi.

Mendukung UMKM, nelayan, dan Unit Pengolahan Ikan (UPI).

Membangun ekosistem ekonomi perikanan yang inklusif dan berkelanjutan.

Fakhiri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai menu utama dalam keluarga.

“Mari kita pastikan bahwa setiap rumah di Papua menyediakan ikan sebagai sumber gizi utama. Kita membangun anak-anak Papua yang sehat, cerdas, dan kuat, serta mendorong ekonomi perikanan yang berdaya saing sehingga Papua menjadi provinsi yang produktif dan harmonis,” pungkasnya.