Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Wakapolri, Kabareskrim, Kapolda, serta seluruh jajaran TNI–Polri yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga pangan nasional, terutama pada periode musim paceklik September–November lalu.
Menurut Amran, pencapaian tersebut merupakan hal yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Pada periode paceklik yang biasanya ditandai kenaikan harga, karena minimnya produksi justru terjadi deflasi pangan dan beras tidak menjadi penyumbang inflasi.
“Ini luar biasa, tidak pernah terjadi sebelumnya. Di saat musim paceklik malah terjadi penurunan harga. Ini hasil kerja besar Kapolri, Wakapolri, Kabareskrim, seluruh Kapolda dan jajaran TNI–Polri,” ujar Mentan Amran saat peluncuran distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke tiga provinsi di Papua, berlangsung di Mapolda Papua Koya Koso, Selasa (9/12/2025).
Mentan Amran menegaskan, keberhasilan tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Amran mengakui, kesejahteraan petani meningkat dan daya beli masyarakat turut mengalami kenaikan.
Lebih lanjut Mentan Amran mengungkapkan, cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,7 juta ton, jumlah terbesar sejak Bulog berdiri pada 1969.
“Biasanya cadangan maksimal hanya sekitar 2 juta ton. Kini kita tiga kali lipat dari kebutuhan,” katanya.
Kembali Amran menegaskan, Indonesia saat ini tidak melakukan impor beras, karena produksi dalam negeri mencukupi. Cadangan tersebut juga disiapkan untuk kebutuhan penanganan bencana di berbagai daerah.
Sebagai Kepala Bapanas, Amran mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk memperkuat produksi pangan di Papua.
“Tahun ini kami siapkan untuk 20.000 hektare khusus di Papua, dan total 100.000 hektare se-Papua. Nilainya mencapai Rp 3 triliun. Ini perintah Presiden,” tegasnya.
Amran juga mengapresiasi program pembangunan gudang-gudang penyimpanan pangan di berbagai Polres di Papua yang digagas jajaran Polri. Sehingga Amran menegaskan dukungan Bapanas melalui penyediaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Harga SPHP di Jawa dan Papua dibuat sama, dan selisih biaya distribusi ditanggung pemerintah melalui subsidi silang,” jelasnya.
Mentan Amran kembali menegaskan apresiasinya kepada TNI–Polri. “Atas nama petani dan masyarakat Indonesia, kami mengucapkan terima kasih. Kolaborasi ini nyata membantu rakyat,” pungkasnya.




