Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Komisi IV DPR Papua bersama Dinas PUPR Provinsi dan juga Komisi B DPRK Jayapura meninjau langsung lokasi longsor yang terjadi pada ruas jalan Ring Road Kota Jayapura.
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, memastikan langkah cepat telah diambil pemerintah provinsi agar akses jalan kembali normal.
Menurut Betaubun, ini merupakan kunjungan ketiga pihaknya bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi Papua, serta jajaran terkait.
Betaubun menjelaskan, longsor yang terjadi dua hari lalu, telah menyebabkan kemacetan panjang karena jalur alternatif tidak mampu menampung arus kendaraan.
“Kami ingin memastikan jalan ini segera dibuka kembali demi pelayanan kepada masyarakat. Atas nama pimpinan Komisi IV DPR Papua, kami memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas PUPR dan seluruh jajaran yang bergerak cepat,” terangnya, kepada awak media, Jumat (12/12/2025).
Lebih lanjut Betaubun mengapresiasi langkah Gubernur Papu, telah turun langsung meninjau kondisi di lapangan. DPR Papua juga terlibat memantau percepatan penanganan longsor tersebut. Sehingga dirinya memastikan jalan Ring Road yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, hingga daerah pesisir, sangat penting untuk kembali beroperasi.
“Kami mendapat jaminan dari Kepala Dinas PUPR bahwa pada Sabtu, 13 Desember, jalan ini sudah bisa dibuka kembali. Ini penting karena ruas jalan ini digunakan warga kota, provinsi, maupun dari kabupaten lain,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Papua, Robert Awi, menjelaskan penanganan longsor dilakukan segera setelah kejadian pada 11 Desember lalu.
Robert menyebut, Gubernur Papua langsung memerintahkan pengerahan alat berat dengan target penyelesaian dalam dua hari.
“Setelah tim turun ke lapangan, masih ada beberapa material dan portal yang harus dibersihkan. Hari ini dilakukan pembersihan, dan besok dilakukan penyemprotan untuk menghilangkan sisa material di badan jalan. Kami berharap besok jalan sudah bisa digunakan kembali oleh masyarakat,” jelas Awi.
Setelah jalan kembali operasional, lanjut kata Robert, pihaknya akan melanjutkan pembenahan lanjutan melalui penganggaran tahun 2026, mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis.
“Dengan percepatan penanganan tersebut, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dapat kembali normal dan layanan publik tidak lagi terhambat,” pungkasnya.




