Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum halal bihalal sebagai sarana mempererat persaudaraan serta memperkuat kontribusi dalam pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, pada acara Halal Bihalal Himpunan Kerukunan Jawa Sunda Madura (HKJSM) Papua di Aula LPTQ Kotaraja, Sabtu (25/4/2026).
Pemerintah menyampaikan ucapan “minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin” kepada seluruh masyarakat. Momentum Idulfitri disebut sebagai waktu untuk kembali pada fitrah, menjadi pribadi yang lebih sabar, bersih, dan bertakwa.
“Halal bihalal merupakan sarana mulia untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan,” ujar Sohilait.
Sohilait juga menekankan pentingnya nilai-nilai pemaaf dan lapang dada sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an, yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan antarsesama masyarakat di Papua.
Pemerintah Provinsi Papua menilai keberadaan berbagai paguyuban, termasuk warga Jawa, Sunda, dan Madura yang tergabung dalam HKJSM, sebagai kekuatan sosial budaya yang besar. Tercatat, terdapat sekitar 28 paguyuban yang berkontribusi dalam pembangunan Kota Jayapura dan Provinsi Papua.

“Keberagaman ini adalah anugerah yang harus dijaga bersama sebagai kekuatan untuk membangun Papua yang lebih baik,” lanjutnya.
Sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis, masyarakat diajak untuk terus menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan, serta bersinergi dengan pemerintah dalam berbagai sektor pembangunan.
Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal HKJSM Papua, Mulyani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian acara yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kabupaten.
“Di tingkat kabupaten kegiatan sudah dilaksanakan lebih dulu, dan hari ini menjadi penutup di tingkat provinsi. Setiap tahun kami agendakan kegiatan ini secara akbar,” ujarnya.
Melayani menambahkan, acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya, seperti hadroh, jathilan dari Sentani, serta tari Gandrung, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan antar warga.
Kegiatan halal bihalal ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan sosial masyarakat lintas suku dan budaya di Papua, serta menjadi energi positif dalam mendukung pembangunan daerah.




