Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda), yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 4–5 Mei 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Abepura, Kota Jayapura, dihadiri oleh BPP Wakil Sekretaris Jenderal Jay Arya, Gubernur Papua, Mathius D Fakhri, Senin (4/5/2026).
Ketua Umum BPP HIPMI melalui Wakil Sekretaris Jenderal Jay Arya Putra Singi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua atas dukungannya terhadap pengembangan pengusaha muda di daerah.
“Kami mengucapkan apresiasi kepada Bapak Gubernur yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ini menunjukkan komitmen dalam membina pengusaha muda dan memajukan perekonomian Papua,” ujarnya.
Arya menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, yang berhalangan hadir. Meski demikian, Akbar menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Jay, Rakerda, Diklatda, dan Forbisda merupakan agenda wajib organisasi yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembinaan kader pengusaha muda.
“HIPMI adalah kawah candradimuka bagi pengusaha muda untuk ditempa agar menjadi tangguh, unggul, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional,” katanya.
Ia menambahkan, melalui Diklatda, peserta diharapkan memiliki wawasan kebangsaan serta mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional. Tahapan selanjutnya, peserta akan mengikuti Diklat Nasional (Diklatnas) sebagai bagian dari penguatan kapasitas.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pemateri dan senior HIPMI yang memberikan pembekalan terkait organisasi dan dunia usaha, guna mendorong lahirnya pengusaha muda yang adaptif dan inovatif.
“Dengan terselenggaranya tiga agenda sekaligus ini, HIPMI Papua diharapkan mampu memperkuat peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan peluang usaha baru di Papua,” tandasnya
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Papua, Supriadi Laling, mengatakan Rakerda merupakan agenda internal organisasi yang diharapkan mampu melahirkan program strategis yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua.
“Rakerda ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk menghasilkan gagasan dan program yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah daerah, mulai dari pengusaha kecil hingga besar,” terang Supriadi.
Supriadi menegaskan, pentingnya sinergi antara HIPMI dan pemerintah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi fiskal daerah yang dinilai belum stabil.
Supriadi juga mengingatkan seluruh pengurus agar menjaga integritas organisasi, terutama dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah.
“Jika ada anggota yang datang membawa proposal, itu bukan atas nama organisasi untuk meminta bantuan. Namun, jika untuk kolaborasi dan kerja sama, kami berharap bisa difasilitasi,” katanya.
Kepengurusan BPD HIPMI Papua yang baru dilantik sekitar dua bulan lalu telah langsung menjalankan agenda organisasi, termasuk Rakerda dan Diklatda sebagai syarat wajib bagi anggota.




