PELNI Jayapura Siapkan Logistik dan Armada Hadapi Lonjakan Penumpang Libur Panjang

0
36

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Jayapura memastikan kesiapan armada dan logistik untuk menghadapi peningkatan jumlah penumpang selama masa libur panjang dan liburan sekolah di Papua. Persiapan meliputi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), makanan, minuman, serta pasokan air bersih di seluruh kapal yang beroperasi.

Kepala Cabang PT PELNI Jayapura, Daulat Apul Gervasius Naibaho, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menjamin kelancaran layanan transportasi laut bagi masyarakat.

“Kami sudah mempersiapkan logistik dengan matang, baik BBM, makanan, minuman maupun pasokan air di atas kapal. Jadi untuk kesiapan menghadapi masa liburan tidak ada masalah,” ujar Daulat kepada sejumlah awak media di Jayapura, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, lanjut Naibaho PELNI Jayapura mengoperasikan enam armada kapal penumpang yang melayani berbagai rute di wilayah Papua dan Indonesia Timur, yakni KM Dorolonda, KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Ciremai, serta satu kapal yang sedang menjalani docking. Selain itu, pelayanan ke daerah terpencil juga didukung oleh tiga kapal perintis, yakni Sabuk Nusantara 58, Sabuk Nusantara 81, dan Sabuk Nusantara 100.

Menurut Daulat, rute yang diperkirakan mengalami peningkatan penumpang selama musim liburan adalah rute dari dan menuju Jayapura serta sejumlah wilayah di Papua yang menjadi tujuan perjalanan masyarakat.

Meski demikian, Naibaho mengakui tantangan utama saat terjadi lonjakan penumpang adalah aspek kenyamanan. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika kapal mendapatkan dispensasi untuk mengangkut penumpang melebihi kapasitas normal.

“Kalau kapasitas kapal sekitar 1.900 penumpang kemudian harus mengangkut hingga 2.900 penumpang, tentu kenyamanan akan berkurang. Misalnya penggunaan kamar mandi menjadi lebih padat dibandingkan saat kapal beroperasi sesuai kapasitas,” terangnya.

Namun demikian, Daulat menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Seluruh peralatan keselamatan dan kesiapan operasional kapal telah dipastikan dalam kondisi baik sebelum pelayaran dilakukan.

Dari sisi jumlah penumpang, PELNI mencatat adanya tren peningkatan menjelang pertengahan tahun. Setelah mengalami penurunan sekitar lima persen pada April, jumlah penumpang kembali meningkat pada Mei dan diperkirakan terus bertambah pada Juni seiring adanya libur panjang serta perjalanan wisata rohani yang dilakukan sejumlah rombongan gereja.

“Sudah ada beberapa rombongan gereja yang memesan tiket jauh-jauh hari kepada kami. Untuk bulan Juni kami optimistis terjadi peningkatan jumlah penumpang,” katanya.

Berdasarkan data yang dipelajari pihaknya, rata-rata jumlah penumpang yang berangkat dari Jayapura selama April hingga Mei berkisar antara 1.000 hingga 1.300 orang per keberangkatan. Sementara kapasitas rata-rata kapal berada pada kisaran 1.900 hingga 2.000 penumpang.

Sebagian besar pengguna jasa kapal laut masih didominasi penumpang kelas ekonomi. Dari total penumpang yang berangkat, hanya sekitar 50 orang yang menggunakan kelas di atas ekonomi.

Meski menghadapi kepadatan pada musim puncak, Daulat memastikan kru kapal tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang, termasuk menjaga kebersihan fasilitas umum seperti kamar mandi selama 24 jam.

“Kenyamanan memang akan berkurang saat peak season, tetapi kru kami tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang,” pungkasnya.