Media Diajak Jadi Mitra Strategis Penanggulangan HIV/AIDS dan Tuberkulosis di Jayapura

0
33

Jayapura,Beritapapuaterkini.comDinas Kesehatan Kota Jayapura menggandeng insan media untuk memperkuat penyebarluasan informasi mengenai HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan penyakit menular yang berlangsung di Grand Abe Hotel, Jumat (12/6/2026).

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Jayapura, NS Yusnita Pabeno, S.Kep., MCAP, mengatakan keterbatasan informasi yang diterima masyarakat selama ini menjadi salah satu penyebab masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS maupun penderita tuberkulosis.

“Dinas Kesehatan Kota Jayapura menyadari masih memiliki keterbatasan dalam menyebarluaskan informasi terkait HIV/AIDS dan tuberkulosis. Kondisi ini berdampak pada tingginya persepsi stigma dan diskriminasi di masyarakat akibat kurangnya pemahaman mengenai penyakit tersebut,” ujar Yusnita.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam memberikan informasi yang benar dan komprehensif kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya mengundang wartawan untuk meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS dan tuberkulosis, termasuk situasi terkini di Kota Jayapura serta berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas.

Yusnita berharap pemberitaan media tidak hanya menyoroti persoalan yang terjadi, tetapi juga menyajikan penyebab, solusi, hambatan, serta harapan yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

“Peran media selama ini sudah cukup baik. Namun, kami berharap isi pemberitaan dapat lebih komprehensif dengan memaparkan isu, solusi, hambatan, dan harapan sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat,” katanya.

Salah satu hambatan yang masih ditemukan di lapangan, lanjut Yusnita, adalah belum meratanya akses dan pengetahuan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang tersedia. Melalui pemberitaan media, masyarakat diharapkan mengetahui bahwa layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS maupun tuberkulosis telah tersedia dan dapat diakses di berbagai fasilitas kesehatan di Kota Jayapura.

Yustina menegaskan, media dapat menjadi bagian penting dalam strategi penanggulangan penyakit menular, khususnya pada aspek promosi dan edukasi kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jayapura, jumlah kasus HIV secara kumulatif sejak 1993 hingga 2025 mencapai 11.000 kasus. Pada tahun 2025 ditemukan sebanyak 1.127 kasus baru HIV. Sementara pada periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 289 kasus baru.

Yusnita menjelaskan setiap kasus baru HIV yang ditemukan wajib menjalani konseling dan persiapan pengobatan antiretroviral (ARV) sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

“Semua pasien yang terdiagnosis HIV wajib mendapatkan konseling persiapan pengobatan ARV. Namun, masih terdapat kasus di mana pasien belum memulai pengobatan karena berbagai faktor, salah satunya stigma dan diskriminasi yang masih tinggi,” ujarnya.

Saat ini, layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV telah tersedia di seluruh 14 puskesmas di Kota Jayapura serta sejumlah rumah sakit yang ada di wilayah tersebut. Layanan tersebut dapat diakses masyarakat secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku.

Dinas Kesehatan Kota Jayapura juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat apabila menemukan adanya pungutan biaya yang tidak sesuai dalam pelayanan HIV/AIDS. Pengaduan dapat disampaikan melalui telepon maupun WhatsApp ke Dinas Kesehatan Kota Jayapura di nomor 0821-9818-7079.

Melalui kolaborasi dengan media, Dinas Kesehatan Kota Jayapura berharap informasi yang benar mengenai HIV/AIDS dan tuberkulosis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga stigma dan diskriminasi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.