Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Papua, apt. Edwar Manik Sihotang, mengajak seluruh apoteker di Tanah Papua untuk terus memperkuat solidaritas, menjaga komitmen organisasi, serta meningkatkan kontribusi profesi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Edwar dalam kegiatan Konferensi Daerah (Konferda) VI Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Papua dan Workshop Hisfarsi Papua di Hotel Swissbel Kota Jayapura, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi melalui pemilihan pengurus baru sesuai dengan mekanisme dan ketentuan organisasi.
Edwar mengatakan, pengabdian seorang apoteker tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas profesional berdasarkan pendidikan dan keahlian yang dimiliki, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam organisasi profesi.
Menurutnya, keberadaan apoteker di Tanah Papua merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, tanggung jawab terhadap organisasi profesi juga menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Edwar juga menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang telah mengemban tanggung jawab organisasi selama dua periode kepemimpinan.
Lebih lanjut Edwar menjelaskan, pelaksanaan Konferda merupakan tahapan penting dalam perjalanan organisasi setelah pelaksanaan kongres. Pergantian kepengurusan dilakukan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IAI yang mengatur periodisasi kepemimpinan organisasi.
Ia berharap, melalui konferensi daerah ini, akan lahir kepengurusan baru yang mampu melanjutkan program kerja organisasi sekaligus memperkuat peran IAI di Provinsi Papua.
Lebih lanjut, Edwar mengibaratkan IAI sebagai rumah besar bagi seluruh apoteker. Menurutnya, organisasi harus menjadi tempat bagi seluruh anggota untuk bernaung, berkolaborasi, mengembangkan kemampuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Rumah besar apoteker ini harus menjadi tempat bagi seluruh anggota untuk bersama-sama membangun organisasi, sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi profesi maupun masyarakat,” tegas Edwar.
Ia juga mengingatkan, perjalanan Ikatan Apoteker Indonesia sejak berdiri pada 1955 telah melewati berbagai dinamika, baik dalam kehidupan organisasi maupun perkembangan kebijakan profesi. Namun, hingga saat ini IAI tetap bertahan dan terus menjalankan perannya sebagai organisasi profesi.
Karena itu, Edwar mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota IAI untuk menjaga keberlangsungan organisasi, memperkuat persatuan, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah.
Ia berharap IAI di Provinsi Papua semakin kuat dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam memberikan masukan serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian di Tanah Papua.
“Harapan kami, Ikatan Apoteker Indonesia, khususnya di Provinsi Papua, terus bertumbuh menjadi organisasi yang kuat dan mampu memperjuangkan kepentingan profesi serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.




