Tinjau RS Kemenkes, Yanni Bawa Pesan Presiden Prabowo

0
29

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua, Yanni, SH, MH, mengunjungi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) di Abepura, Kota Jayapura, Senin (28/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan sekaligus berdialog dengan jajaran manajemen RS Kemenkes terkait berbagai kebutuhan dan tantangan pelayanan kesehatan di Papua.

Dalam kunjungan itu, Yanni bertemu dengan Sekretaris Direktur Perencanaan, Keuangan dan Layanan Operasional RS Kemenkes, dr. Antonius Oktavian Ibo, ICNF, M.Kes, yang didampingi dr. Ronny Parlindungan Sinaga, SpN, FINA, Kamtiker Keperawatan NS. Josepus Jonathan Hursepuny, S.Kep., Ns., serta Kamtiker Hukmas Muammar Karim, S.KM., M.K.M.

Yanni menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan kesehatan di RS Kemenkes dapat dilakukan secara optimal dan menjangkau seluruh masyarakat di Papua.

“Selama satu jam saya bertemu Presiden, beliau menitipkan pesan agar rumah sakit ini benar-benar menjawab persoalan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat Papua,” kata Yanni.

Dalam pertemuan tersebut, Yanni juga mendengarkan pemaparan terkait kondisi pelayanan medis di RS Kemenkes yang disampaikan Kamtiker Medik, dr. Ronny Parlindungan Sinaga, SpN, FINA.

Menurut Ronny, pihak rumah sakit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Saat ini, RS Kemenkes telah didukung sekitar 30 dokter spesialis.

“Kami saat ini berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal. Ada sebanyak 30 dokter spesialis yang tersedia,” ujarnya.

Meski demikian, Ronny mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan, terutama berkaitan dengan ketersediaan peralatan medis untuk mendukung pelayanan kepada pasien.

Salah satunya adalah alat nebulizer. Menurutnya, kebutuhan ideal alat tersebut mencapai sekitar 40 unit, namun saat ini rumah sakit baru memiliki enam unit.

“Kami punya dokter spesialis, tetapi kebutuhan peralatan memang masih kurang. Contohnya alat nebulizer, dari yang seharusnya ada sekitar 40, saat ini yang tersedia baru enam,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Antonius Oktavian Ibo mengapresiasi kunjungan Yanni ke RS Kemenkes. Ia memastikan pihak rumah sakit akan menindaklanjuti pesan Presiden Prabowo, khususnya dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua.

“Terima kasih atas kunjungan Ibu Yanni. Tentunya perhatian Bapak Presiden akan kami laksanakan, terutama dalam segi pelayanan kesehatan,” kata Antonius.

Ia menilai kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara RS Kemenkes dan KEPP Otsus untuk mengidentifikasi serta menjawab berbagai persoalan kesehatan di Papua.

“Ini hal yang baik karena ada sinergitas antara kami dan tim KEPP agar ke depan bisa menjawab persoalan-persoalan kesehatan di Papua,” ujarnya.

Selain melakukan pertemuan dengan jajaran rumah sakit, Yanni juga meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk ruang ICU (Intensive Care Unit) RS Kemenkes.

Dalam kunjungan tersebut, Yanni turut menjenguk salah satu pasien yang sedang menjalani penanganan intensif oleh tim dokter.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, KEPP Otsus, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di Papua.