Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Zebra Cartenz 2025 yang digelar di lapangan Apel Mapolda Papua, Senin (17/11/2025).
Apel tersebut menandai dimulainya langkah persiapan Polda Papua dalam memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Operasi Lilin Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin menegaskan Operasi Zebra merupakan bagian strategis dalam menghadapi dinamika lalu lintas di wilayah hukum Polda Papua. Operasi ini diharapkan mampu menurunkan angka pelanggaran, mengurangi kecelakaan, menekan fatalitas korban, serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Melalui pelaksanaan yang terukur, diharapkan terbentuk opini positif dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” terangnya.
Selain itu, Kapolda Papua mengungkapkan apel gelar pasukan ini sekaligus menjadi momentum pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana. Operasi Zebra Cartenz 2025 dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, TNI, Jasa Raharja, serta instansi terkait lainnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Polri mengedepankan pola preemtif dan preventif sebagai langkah awal, didukung dengan penegakan hukum berbasis teknologi seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta patroli mobile. Meski begitu, penegakan hukum tetap dilaksanakan secara proporsional dan bukan menjadi prioritas utama.
“Seluruh personel wajib mengedepankan tindakan simpatik dan edukatif,” tegas Kapolda.
Dalam evaluasinya, Kapolda menyebut terjadi peningkatan kepatuhan masyarakat pada periode sebelumnya. Jumlah tilang menurun dari 2.282 kasus menjadi 1.462 kasus. Namun, teguran meningkat dari 5.664 menjadi 6.897 teguran. Meski demikian, angka kecelakaan justru meningkat dari 21 menjadi 77 kasus.
Kapolda mengingatkan bahwa Operasi Zebra bukan merupakan operasi baru dan telah rutin dilaksanakan setiap tahun. Karena itu, seluruh personel diharapkan siap menjalankan tugas selama 13 hari operasi berlangsung.
Berbagai potensi gangguan lalu lintas telah dipetakan, termasuk kondisi pengendara, rambu, infrastruktur jalan, hingga kebijakan transportasi. Sejumlah langkah pengamanan telah disiapkan, antara lain:
Rekayasa lalu lintas, Pengawasan kawasan rawan, Penempatan personel di jam dan lokasi rawan, Pengamanan simpul transportasi, Pemeriksaan kendaraan tidak layak, Pengendalian mobilitas di pusat keramaian, Pemantauan real-time melalui pusat operasi, Pelaporan cepat terhadap dinamika lapangan.
Untuk operasi zebra Cartenz kali ini sebanyak 347 personel diterjunkan, terdiri dari 47 personel Satgas Polda Papua dan 300 personel dari Polresta serta Polres di tiga provinsi wilayah hukum Polda Papua.
Irjen Pol Patrige Renwarin menegaskan seluruh personel wajib menjalankan tugas sesuai ketentuan, meliputi:
Deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan macet, pelanggaran, dan kecelakaan.
Pembinaan dan penyuluhan melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.
Edukasi dan peningkatan kesadaran tertib berlalu lintas.
Penegakan hukum elektronik serta teguran simpatik.
Penyidikan lalu lintas secara profesional.
Pengendalian opini publik terhadap berita hoaks terkait Operasi Zebra.
Kapolda Papua menegaskan Operasi Zebra 2025 harus menghasilkan dampak positif menjelang Operasi Lilin dan masa libur akhir tahun.
“Seluruh pengguna jalan wajib mematuhi aturan dan melengkapi kendaraannya. Keselamatan adalah prioritas,” pungkasnya.




