Jayapura,Beritapapuaterkini.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menyiapkan enam kapal penumpang untuk menghadapi masa puncak perjalanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah Jayapura. Masa peak season tersebut telah ditetapkan Pelni berlangsung mulai 11 Desember 2025 (H-14) hingga 8 Januari 2026 (H+14).
Kepala Cabang Pelni Jayapura, Nurul Azhar, menjelaskan secara nasional puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 20 Desember 2025. Namun untuk wilayah Jayapura, estimasi lonjakan penumpang diperkirakan berlangsung lebih panjang, yakni 18–24 Desember 2025.
“Pada rentang tanggal itu beberapa kapal akan masuk Jayapura, sehingga kami memperkirakan kenaikan jumlah penumpang cukup signifikan,” terang Nurul.
Sementara itu, lanjut kata Nurul, arus balik diprediksi mulai 5 Januari 2026, menyesuaikan kebutuhan masyarakat, baik pekerja formal maupun pelaku perjalanan pribadi.
Kembali Nurul menjelaskan, secara nasional Pelni menyiapkan 25 kapal penumpang, sementara khusus Jayapura akan dioperasikan enam kapal, terdiri dari lima kapal reguler ditambah satu kapal tambahan.
Persiapan armada juga meliputi pemeriksaan teknis, kesiapan alat keselamatan, serta kesiapan fasilitas pelayanan penumpang, termasuk loket tiket manual dan pembelian daring melalui situs resmi Pelni.
Kata Nurul, kapal Pelni kini telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh, antara lain
tempat tidur sesuai kelas,ruang ibadah, pusat informasi, restoran dan kantin, area bermain anak, ruang menyusui, layanan telepon dan Wi-Fi, dan fasilitas untuk penyandang disabilitas.
Penumpang juga dapat melakukan upgrade kelas selama ketersediaan memungkinkan. Khusus KM Sinabung, upgrade hanya dapat dilakukan dengan langsung membeli tiket kelas di luar kapal.
Dalam proyeksi nasional Pelni, wilayah timur termasuk Jayapura menjadi salah satu kawasan dengan kenaikan penumpang tertinggi pada musim Nataru.
Nurul menyampaikan pelabuhan keberangkatan terpadat secara nasional diperkirakan berada di Ambon, Makassar, dan Batang, sedangkan untuk kedatangan, Jayapura termasuk yang cukup tinggi.
Lebih lanjut Nurul menegaskan , terkait isu tiket gratis yang beredar, sampai saat ini pemerintah belum menugaskan Pelni untuk menyediakan tiket gratis.
“Sampai saat ini belum ada arahan dari manajemen pusat maupun pemerintah mengenai program tiket gratis,” tegasnya.
Meski demikian, Pelni tetap memberikan stimulus diskon 20% untuk tiket kelas ekonomi pada keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
“Informasi ini dapat diteruskan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait isu tiket gratis,” pungkasnya.




