Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua resmi dikukuhkan bersamaan dengan pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Gubernur Papua, Mathius D. Fakhri, serta Ketua DPP PKB Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, Chusnunia Chalim, berlangsung di Hotel Suni Abepura, Rabu (11/3/2026).
Gubernur Papua Mathius D. Fakhri berharap agar kepengurusan DPW PKB Papua yang baru dapat memperkuat komitmen menghadirkan politik yang bermartabat, demokratis, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, partai politik memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan proses pengambilan kebijakan pembangunan.
“Saya berharap kepengurusan yang baru mampu membawa semangat baru dalam memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua,” ujarnya.
Gubernur Fakhiri menambahkan, pembangunan Papua memerlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat. Pembangunan, kata dia, tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui kerja sama, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran kader partai yang berada di lembaga legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sebagai potensi strategis dalam memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah.
“Keberadaan kader partai di berbagai lembaga harus mampu mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada rakyat, mempercepat pembangunan, serta menjaga stabilitas sosial dan politik di Papua,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PKB Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif, Chusnunia Chalim, mengatakan PKB memiliki komitmen kuat untuk mendukung pembangunan Papua melalui berbagai jalur, baik di pemerintahan, kementerian, maupun di DPR RI.
Ia menjelaskan, sejumlah kader PKB saat ini berada di posisi strategis, mulai dari kementerian hingga komisi-komisi di DPR RI.
“Seluruh kader PKB yang berada di posisi strategis siap diakses oleh para pemangku kepentingan di Papua untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua,” ujarnya.
Chusnunia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap sektor kesehatan, khususnya pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir, termasuk penyediaan fasilitas neonatal di rumah sakit. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting untuk menekan angka kematian bayi.
Selain itu, ia juga menyoroti peningkatan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal yang terus meningkat. Karena itu, ia mendorong partai politik untuk ikut berperan dalam mengampanyekan pola hidup sehat di masyarakat.
“Partai politik tidak hanya hadir dalam urusan politik, tetapi juga harus hadir dalam isu-isu penting masyarakat, termasuk kesehatan, pertanian, dan penguatan ekonomi,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen PKB untuk mendorong peningkatan produksi sektor pertanian di Papua agar daerah tersebut dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Chusnunia bahkan berencana mengajak mitra kerja dari komisi terkait di DPR RI untuk berkunjung ke Papua guna membawa berbagai program pembangunan.
“Saya akan mengajak mitra-mitra di Komisi VII, Komisi IX, termasuk dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Tenaga Kerja untuk datang ke Papua agar lebih banyak program yang bisa dibawa ke daerah ini,” pungkasnya.




