Polda Papua Gelar Apel Operasi Ketupat Cartenz 2026 Jelang Idul Fitri

0
67

Jayapura,Beritapapuaterkini.com -Kepolisian Daerah Papua menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Cartenz 2026 guna memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Suharwanto Mako Sat Brimob Polda Papua, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin oleh Wakapolda Papua, Kombes Pol. Muhajir, dan diikuti para pejabat utama Polda Papua, unsur TNI, instansi pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengamanan Lebaran tahun ini.

Dalam amanat Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Wakapolda Papua, disampaikan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel sekaligus wujud sinergisitas lintas sektor dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Wakapolda saat membacakan amanat Kapolri.

Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, kementerian, serta instansi terkait lainnya di seluruh Indonesia.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Oleh karena itu, pengamanan dilakukan secara maksimal guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk mendukung pelaksanaan pengamanan tersebut, Polri bersama berbagai stakeholder menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah.

Selain mengamankan arus mudik dan arus balik, personel juga difokuskan pada pengamanan sejumlah objek vital dan pusat aktivitas masyarakat seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.

Kapolri juga menekankan pentingnya langkah antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga perkelahian antar kelompok melalui peningkatan patroli di titik-titik rawan.

Selain itu, personel diminta melakukan pendataan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 sebagai sarana komunikasi cepat dengan kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau melaporkan situasi darurat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.

Mengakhiri amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026 serta mengajak seluruh personel meningkatkan soliditas dan sinergi dalam pelaksanaan tugas.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat dengan semangat Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkasnya.