Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, menyebut tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua pada hari pertama kerja setelah libur Idul Fitri mencapai sekitar 80 persen.
“Dari hasil pemantauan kami di hari kerja pertama, kehadiran ASN sudah mencapai 80 persen,” ujarnya kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (25/3/2026).
Sohilait menjelaskan, masih terdapat sejumlah ASN yang belum kembali bertugas karena beberapa kendala, di antaranya keterbatasan jadwal penerbangan ke Papua serta sebagian pegawai yang masih berada di luar daerah.
Selain itu, Sohilait mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penerapan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH). Namun, kebijakan tersebut masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu aturan dari pemerintah. Jika sudah ada, tentu akan kami ikuti, baik untuk instansi pemerintah maupun sektor swasta,” terangnya.
Menurutnya, wacana WFH juga berpotensi memberikan efisiensi, seperti penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan penggunaan listrik. Namun demikian, kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang, termasuk dampaknya terhadap sektor pendidikan.
“Kalau ASN bekerja dari rumah, tentu sekolah juga akan terdampak dengan pembelajaran jarak jauh. Kita sudah punya pengalaman saat pandemi COVID-19, tantangannya ada pada jaringan internet di beberapa wilayah,” jelasnya.
Meski tingkat kehadiran belum mencapai 100 persen, Sohilait memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik mulai berjalan normal, termasuk di fasilitas layanan kesehatan.
“Saya sudah pantau, misalnya di rumah sakit, pelayanan sudah mulai berjalan dengan baik meskipun belum sepenuhnya maksimal,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau ASN yang belum kembali bekerja agar segera masuk kantor. Pemerintah, kata Sohilait, akan kembali mengatur pola kerja jika kebijakan WFH resmi diberlakukan.
“Bagi yang belum hadir, segera kembali bertugas. Nanti jika ada pengumuman resmi terkait kerja dari rumah, baru kita atur mekanismenya,” pungkasnya.




