Gubernur Papua Buka Festival Colo Sagu 2026, Dorong Sagu Jadi Pilar Ekonomi dan Ketahanan Pangan

0
58

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, secara resmi membuka Festival Colo Sagu 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sagu Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, berlansung di lapangan parkir DPR Papua, Jumat (19/6/2026).

Festival yang mengusung tema “Sagu Menghidupi : Dari Tradisi Menuju Ekonomi” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran sagu sebagai identitas budaya sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat Papua.

Gubernur Mathius D. Fakhiri menegaskan sagu bukan sekadar bahan pangan tradisional, melainkan bagian penting dari sejarah dan kehidupan masyarakat adat Papua yang diwariskan secara turun-temurun.

“Di balik setiap hamparan hutan sagu tersimpan nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta kearifan lokal yang mengajarkan manusia hidup selaras dengan lingkungan. Ketika kita berbicara tentang sagu, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan Papua,” ujarnya.

Menurut Fakhiri, Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dan sagu merupakan salah satu aset strategis yang dapat menjadi fondasi kedaulatan pangan daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen memperkuat ekosistem sagu melalui perlindungan kawasan sagu, pemberdayaan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat, pengembangan riset dan inovasi, serta peningkatan nilai tambah produk turunan sagu.

Gubernur Fakahir, menekankan pembangunan sektor sagu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk lembaga adat, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas lingkungan, dan masyarakat.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, sagu tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat Papua,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Fakhiri juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Colo Sagu Nusantara, panitia penyelenggara, akademisi, komunitas adat, pelaku UMKM, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

Lebih lanjut, ia menegaskan visi pembangunan Papua adalah mewujudkan transformasi Papua yang sehat, sejahtera, dan harmonis melalui penguatan pangan lokal berbasis sagu. Menurutnya, pelestarian sagu harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan akar budaya.

Gubernur juga mengajak generasi muda Papua untuk bangga terhadap identitas budaya mereka dan melihat sagu sebagai peluang masa depan. Ia berharap lahir lebih banyak pelaku usaha, peneliti, dan inovator Papua yang mampu mengembangkan sagu menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Menutup sambutannya, Fakhiri mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hutan sagu, melindungi tanah adat, serta mengembangkan inovasi dan hilirisasi produk sagu agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

“Menjaga sagu berarti menjaga kehidupan, menjaga identitas, dan menjaga masa depan Papua,” pungkasnya.