UNIKA Fajar Timur Siap Beroperasi, Jadi Universitas Katolik Pertama di Tanah Papua

0
455

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Universitas Katolik (UNIKA) Fajar Timur resmi dipersiapkan sebagai universitas Katolik pertama di Tanah Papua. Kehadiran perguruan tinggi tersebut menjadi langkah strategis Gereja Katolik dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas keterlibatan umat Katolik dalam pembangunan masyarakat Papua.

Rektor UNIKA Fajar Timur, Pastor Dr. Konstantinus Bahang, OFM, mengatakan bahwa pendirian universitas ini merupakan jawaban atas kerinduan umat Katolik di Papua yang telah muncul sejak lama. Gagasan pembentukan universitas tersebut bahkan telah dibahas sejak Sinode Keuskupan Jayapura tahun 2006, namun baru dapat diwujudkan saat ini.

“Universitas ini diharapkan menjadi basis intelektual bagi umat Katolik sehingga memiliki kapasitas, otoritas, dan kredibilitas dalam berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Pastor Konstantinus dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, pengembangan UNIKA Fajar Timur juga merupakan tindak lanjut dari hasil Sinode Keuskupan Jayapura yang menekankan pentingnya peran kaum awam yang kuat, berwibawa, dan terlibat aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ia menjelaskan, UNIKA Fajar Timur memiliki karakteristik yang berbeda dengan perguruan tinggi Katolik lainnya di Indonesia. Selain mengusung nilai-nilai Katolik, universitas ini dirancang sesuai dengan konteks budaya, antropologi, dan kebutuhan masyarakat Papua.

“Pengembangan kurikulum akan mengakomodasi unsur budaya Papua, konteks sosial masyarakat, serta kebutuhan pembangunan daerah. Kami ingin menghadirkan pendidikan yang dekat dengan realitas masyarakat,” katanya.

Selain fokus pada pengembangan intelektual, universitas ini juga menekankan pendidikan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Isu ekologi menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan kurikulum, sejalan dengan arah kebijakan Gereja Katolik global yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Setiap program studi nantinya akan mengintegrasikan perspektif ekologis dan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk penghormatan terhadap hak asasi manusia,” tambahnya.

Untuk memperkuat pembinaan mahasiswa, UNIKA Fajar Timur juga akan mengembangkan program Campus Ministry yang berfungsi sebagai wadah pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan pendampingan mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.

Pada tahap awal, UNIKA Fajar Timur membuka tiga fakultas utama, yakni Fakultas Teologi, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Fakultas Teologi akan menaungi Program Studi Teologi dan Program Magister (S2) Teologi Pastoral yang telah berjalan sebelumnya. Sementara Fakultas Sains dan Teknologi akan membuka Program Studi Farmasi, Teknik Sipil, dan Arsitektur. Adapun Fakultas Ekonomi dan Bisnis membuka Program Studi Akuntansi.

Pastor Konstantinus menegaskan bahwa jumlah program studi tersebut masih akan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan kesiapan institusi di masa mendatang.

Ia juga menyebutkan bahwa UNIKA Fajar Timur merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur yang selama ini menjadi pusat pendidikan filsafat dan teologi di Papua. Melalui pengembangan ini, nilai-nilai Katolik tidak hanya diterapkan dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam berbagai disiplin ilmu lainnya.

Selain sebagai lembaga pendidikan, UNIKA Fajar Timur diarahkan menjadi pusat studi dan penelitian yang fokus pada berbagai persoalan strategis di Papua. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar kerja sama dengan pemerintah maupun berbagai lembaga dalam mendukung pembangunan daerah.

Saat ini, persiapan penerimaan mahasiswa baru terus berlangsung. Pembukaan tahun akademik perdana dijadwalkan pada 8 Agustus 2026, sementara pendaftaran gelombang kedua dibuka hingga 7 Juli 2026.

Sementara itu, Wakil Rektor II UNIKA Fajar Timur, Dr. Frans Pekei, M.Si, mengatakan bahwa seluruh mahasiswa nantinya akan memperoleh materi pembelajaran yang kontekstual dengan kondisi Papua, termasuk filsafat logika, etnografi Papua, ilmu lingkungan, dan hak asasi manusia.

“Pengetahuan-pengetahuan ini penting karena sangat relevan dengan kondisi sosial dan budaya Papua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kampus sementara akan beroperasi di SMA Katada sambil menunggu pembangunan kampus permanen dalam beberapa tahun ke depan.

Terkait penerimaan mahasiswa baru, Frans menegaskan bahwa seleksi yang dilakukan bukan untuk menentukan lulus atau tidak lulus, melainkan untuk memetakan minat, bakat, dan potensi calon mahasiswa sehingga dapat memperoleh pendampingan yang tepat selama masa studi.

Dari sisi biaya, UNIKA Fajar Timur menawarkan biaya pendidikan yang kompetitif dibandingkan sejumlah perguruan tinggi di Papua. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp200 ribu, sedangkan biaya pendidikan berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per semester untuk program umum. Adapun beberapa program khusus memiliki biaya di atas Rp10 juta.

“Kami berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dengan biaya yang tetap terjangkau bagi masyarakat Papua,” kata Frans.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, UNIKA Fajar Timur diharapkan menjadi pusat pendidikan tinggi yang mampu melahirkan sumber daya manusia Papua yang unggul, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.