Tingkatkan SDM, Pemprov Papua Tengah Fasilitasi Bimbel Sekolah Kedinasan untuk 250 OAP

0
51

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Sebanyak 250 putra-putri asli Papua asal Provinsi Papua Tengah mengikuti program bimbingan belajar (bimbel) sebagai persiapan menghadapi seleksi masuk sekolah kedinasan.

Program yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ini berlangsung selama dua bulan, mulai 25 Juni hingga 25 Agustus 2026, berlansung di Politeknik kesehatan Jayapura, Jumat (26/6/2026).

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi SDM BKPSDM Papua Tengah, Wanda Joice Tangkere, mengatakan peserta berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Mereka dibagi ke dalam dua lokasi pelatihan, masing-masing 125 peserta di Bapelkes Jayapura dan 125 peserta lainnya di PHRI Sentani.

“Sebanyak 250 anak asli Papua dari Provinsi Papua Tengah kami bagi di dua lokasi, yakni 125 peserta di Bapelkes dan 125 peserta di PHRI Sentani. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan mereka menghadapi seleksi masuk sekolah kedinasan,” ujar Wanda kepada Beritapapuaterkini.com

Menurutnya, BKPSDM telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan lima sekolah kedinasan yang menjadi sasaran penempatan peserta. Melalui program bimbingan belajar tersebut, para siswa dibekali materi dan strategi agar mampu menjawab soal seleksi dengan baik.

Wanda berharap program ini dapat meningkatkan jumlah peserta yang lolos ke sekolah kedinasan. Jika sebelumnya hanya satu atau dua orang yang berhasil diterima, kini pemerintah menargetkan hasil yang jauh lebih baik.

“Kami berharap seluruh peserta siap mengikuti seleksi, sehingga semakin banyak anak-anak Papua Tengah yang diterima di sekolah kedinasan,” tandasnya.

Salah seorang peserta, Zakeus Dendegau siswa asal SMA Negeri 1 Dogiyai, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas kesempatan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Gubernur, Wakil Gubernur, serta BKPSDM yang telah memfasilitasi kami mengikuti bimbingan belajar di Jayapura. Harapan kami, seluruh peserta dapat lulus dan diterima di sekolah kedinasan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Zahlia Bella Tabuni
siswi asal SMK Negeri 1 Mimika. Mengaku baru mengetahui adanya sekolah kedinasan setelah mendapat informasi dari keluarganya.

“Saya sangat bersyukur bisa lolos mengikuti program ini. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti bimbingan belajar selama dua bulan. Semoga program ini terus berlanjut agar adik-adik kami juga bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap program pembinaan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia asli Papua sekaligus memperbesar peluang generasi muda Papua Tengah untuk berkarier melalui jalur sekolah kedinasan.