Colo Sagu di Rumah Rakyat Dorong Inovasi dan Ketahanan Pangan Papua

0
31

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Festival Colo Sagu yang digelar dalam rangka Hari Sagu Sedunia dan HUT Bhayangkara ke-80 di halaman parkir DPR Papua, Minggu (21/6/2026), menjadi wadah pengembangan ekonomi berbasis pangan lokal melalui pemanfaatan sagu.

Ketua Panitia Festival Colo Sagu, Michael Yarisetouw, mengatakan festival tahun ini mengusung tema “Sagu Menghidupi : Dari Tradisi Menuju Ekonomi Modern” dengan fokus menghubungkan tradisi masyarakat Papua dalam mengelola sagu dengan pengembangan ekonomi yang lebih luas.

Menurut Michael, salah satu hal yang membedakan festival tahun ini adalah keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjembatani kesenjangan antara produksi pangan lokal dan kebutuhan konsumen.

“Mahasiswa memiliki kreativitas dan inovasi untuk membantu produk pangan lokal agar dapat diterima pasar yang lebih luas. Jika konsumsi meningkat, maka produksi juga akan meningkat dan hutan sagu dapat terus terjaga,” ujarnya.

Festival berlangsung selama tiga hari dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Pada hari pertama, peserta melakukan eksplorasi dusun sagu, penanaman 80 bibit sagu sebagai simbol peringatan HUT Bhayangkara ke-80, serta menyaksikan proses penebangan hingga pengolahan sagu.

Pada hari kedua, panitia menggelar pameran UMKM dan kegiatan akademik di Universitas Cenderawasih (Uncen) yang membahas pengembangan sagu dari perspektif ilmiah dan ekonomi.

Michael menjelaskan, festival juga mendapat dukungan dari DPR Papua. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua menyatakan komitmennya untuk mendorong regulasi khusus mengenai perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan hutan sagu di Papua.

Selain itu, panitia juga mengusulkan agar pengembangan kebun sagu menjadi bagian dari program strategis nasional sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Kami tidak sedang membandingkan sagu dengan beras. Namun, mengapa tidak mendorong kebun sagu sebagai salah satu solusi ketahanan pangan nasional yang sesuai dengan potensi daerah Papua,” tandas Michael.