Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di Jayapura, Fraksi Gerindra Minta Solusi Cepat

0
54

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Jayapura menjadi perhatian Anggota DPR Papua dari Fraksi Partai Gerindra. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehingga perlu segera ditangani melalui langkah konkret.

Sebagai tindak lanjut, Anggota Fraksi Gerindra DPR Papua bersama Ketua DPD Partai Gerindra Papua, Yanni, serta anggota DPR Kota Jayapura dan DPR Kabupaten Jayapura dari Partai Gerindra mengunjungi Pertamina Regional Maluku-Papua pada Sabtu (4/7/2026).

Kunjungan tersebut, dilakukan untuk meminta penjelasan terkait penyebab antrean BBM yang dalam beberapa waktu terakhir semakin panjang, khususnya untuk jenis solar.

Anggota Fraksi Gerindra DPR Papua, Yeyen, mengatakan antrean kendaraan di SPBU menjadi pemandangan yang hampir setiap hari di temui saat berangkat menuju kantor. Menurutnya, kondisi itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya setiap hari melintasi jalan ke kantor dan melihat antrean BBM yang belakangan ini semakin panjang. Ini menjadi perhatian saya sebagai wakil rakyat, karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama para pengguna kendaraan yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari,” ujar Yeyen.

Yeyen menjelaskan, pertemuan dengan pihak Pertamina bertujuan memperoleh penjelasan mengenai penyebab antrean sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses distribusi BBM di wilayah Jayapura.

Rombongan diterima langsung oleh General Manager Pertamina Regional Maluku-Papua, Awan Raharjo. Dalam pertemuan tersebut, Yeyen mengapresiasi keterbukaan Pertamina dalam menyampaikan kondisi distribusi BBM di Papua.

Berdasarkan penjelasan Pertamina, stok BBM di Jayapura dipastikan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan. Namun, antrean panjang disebut dipicu oleh adanya penyalahgunaan sistem pembelian BBM bersubsidi oleh sejumlah oknum.

“Dari penjelasan yang kami terima, stok BBM sebenarnya aman. Namun ada oknum, khususnya pengguna solar, yang memiliki lebih dari satu barcode atau menggunakan nomor polisi berbeda-beda, sehingga memicu antrean panjang di SPBU,” kata Yeyen.

Selain menjelaskan penyebab antrean, Pertamina juga menyampaikan rencana pengoperasian satu SPBU baru di kawasan Holtekam dalam waktu dekat. Kehadiran SPBU tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan antrean di sejumlah SPBU dalam Kota Jayapura serta memperlancar distribusi BBM kepada masyarakat.

Yeyen berharap langkah yang disiapkan Pertamina segera memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi BBM agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pengawasan yang lebih ketat diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan antrean panjang di SPBU dapat diminimalkan.