Wakil Kepala BGN Tinjau Pasien MBG, 8 Anak Dipulangkan

0
24

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Sebanyak 21 anak berusia 2 hingga 15 tahun masih menjalani perawatan dan observasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura setelah diduga mengalami keracunan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi para pasien secara umum dilaporkan terus membaik. Sebagian pasien telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional (PKLO) RSUP Jayapura, dr. Antonius Oktavian Ibo Ilambra, C.N.F., M.Kes., saat menerima kunjungan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Jumat (7/8/2026).

Menurut Antonius, RSUP Jayapura langsung mempersiapkan pelayanan setelah menerima informasi adanya rujukan pasien dari Kabupaten Jayapura. Koordinasi dilakukan bersama puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga medis.

“Dari total pasien yang datang, sebanyak 21 pasien anak menjalani rawat inap di RSUP Jayapura,” kata Antonius.

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat 22 pasien yang dirujuk ke RSUP Jayapura, terdiri dari 21 anak dan satu pasien dewasa. Pasien dewasa tersebut telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

Antonius mengatakan, delapan pasien anak dipulangkan pada Jumat (7/8), sementara beberapa pasien lainnya juga dipersiapkan untuk kembali ke rumah setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil.

“Beberapa pasien lainnya juga akan dipulangkan karena kondisinya sudah sehat. Kami berharap seluruh pasien yang masih menjalani observasi dapat segera kembali ke rumah apabila kondisinya tetap stabil,” ujarnya.

Gejala yang dialami pasien umumnya berupa diare dan muntah dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien berada dalam kategori hijau dan kuning. Tidak ditemukan pasien dengan kondisi gawat darurat atau kategori merah.

Terkait penyebab kejadian, Antonius menegaskan RSUP Jayapura berfokus pada penanganan medis pasien. Sementara pemeriksaan terhadap sampel makanan dilakukan oleh instansi yang memiliki kewenangan.

“Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Untuk pemeriksaan sampel makanan dilakukan oleh instansi yang berwenang, termasuk Balai POM, dan kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn.) Trenggono mengatakan kondisi pasien yang masih dirawat secara umum telah membaik.

Menurutnya, sebagian pasien masih menjalani observasi bukan karena kondisi dugaan keracunan yang memburuk, melainkan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid, termasuk malaria.

“Dokter menyampaikan bahwa pasien sebenarnya sudah sembuh dari keluhan yang dialami. Namun, beberapa masih menjalani observasi karena memiliki penyakit komorbid sehingga perlu dipastikan seluruh kondisi kesehatannya pulih sebelum dipulangkan,” kata Trenggono.

Trenggono menegaskan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola pelaksanaan Program MBG. Pengawasan dan koordinasi lintas sektor akan ditingkatkan agar program tersebut dapat berjalan lebih baik.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, perbaikan tata kelola dan pengawasan akan terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wamendagri Ribka Haluk mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang turut bergerak cepat dalam penanganan para pasien.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Jayapura yang dengan cepat membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan. Kami juga mengapresiasi kerja sama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang bergerak cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal,” ujar Ribka.

Berdasarkan hasil peninjauan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, Ribka menyebut sebagian besar pasien telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.

Hingga Jumat (7/8/2026), RSUP Jayapura masih melakukan observasi terhadap sejumlah pasien anak untuk memastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar stabil sebelum dipulangkan.