SD YPK Randawaya Rusak, Denny Bonai Beri Bantuan

0
89

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, ST, MM, MH, menyerap aspirasi masyarakat במסגרת kegiatan Reses II di Kabupaten Kepulauan Yapen. Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah SD YPK Randawaya I di Distrik Teluk Ampimoi.

Dalam kunjungan tersebut, Denny Bonai yang merupakan anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen, menyoroti kondisi bangunan sekolah yang dinilainya memprihatinkan.

Sejumlah bagian bangunan SD YPK Randawaya I mengalami kerusakan, mulai dari lantai, plafon hingga dinding ruang kelas. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan kelayakan proses belajar mengajar.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi SD YPK Randawaya ini. Padahal, posisinya tidak jauh dari kota, sekitar satu sampai dua jam perjalanan,” kata Denny Bonai.

Menurut informasi yang diterimanya, bangunan SD YPK Randawaya I mengalami kerusakan sejak tahun 2018 akibat gempa bumi dan sejumlah faktor lainnya. Namun hingga kini, kondisi bangunan tersebut belum sepenuhnya mendapat penanganan.

Denny mengungkapkan, kerusakan paling parah terlihat pada lantai sejumlah ruang kelas. Lapisan lantai telah terkupas hingga menyisakan pasir, sehingga dinilai tidak layak digunakan sebagai ruang belajar.

“Lantai ruang kelas sudah terkupas, tinggal pasir saja, sehingga tak layak untuk proses belajar mengajar. Yang bagus hanya tiga ruang kelas saja, sehingga dalam satu ruang dipakai dua kelas. Sekolah itu juga tidak memiliki toilet. Tentu itu sangat memprihatinkan,” ungkap politisi Partai Golkar tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi pendidikan di wilayah tersebut, Denny Bonai dalam kunjungan resesnya memberikan bantuan bahan bangunan untuk mendukung rehabilitasi tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan parah serta pembangunan fasilitas toilet sekolah.

Selain bantuan material bangunan, Ketua DPR Papua juga menyerahkan paket alat tulis kepada para siswa SD YPK Randawaya I.

Saat ini, SD YPK Randawaya I memiliki lebih dari 100 siswa. Namun persoalan yang dihadapi sekolah tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana.

Denny juga menyoroti minimnya tenaga pendidik berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekolah tersebut hanya memiliki satu guru ASN yang juga menjabat sebagai kepala sekolah, sementara tenaga pengajar lainnya masih berstatus honorer.

“Kami fokus untuk membantu merehab bangunan ruang kelas yang rusak parah. Setelah itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan perhatian kepada sekolah ini,” tegas Denny.

Ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat serta kondisi yang ditemukan selama pelaksanaan reses akan menjadi perhatian DPR Papua dan selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

Denny berharap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di SD YPK Randawaya I dapat segera dilakukan, sehingga para siswa dapat memperoleh lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman.

Menurutnya, pemenuhan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk bagi anak-anak di wilayah Distrik Teluk Ampimoi, Kabupaten Kepulauan Yapen.