Kebakaran Marak, Yuli Rahman Dorong Pemkot Penguatan Fasilitas Pemadam

0
38
0-3936x1728-0-0-{}-0-24#

Jayapura, Beritapapuaterkini.com – Ketua Komisi B DPRK Kota Jayapura, Yuli Rahman, mendorong Pemerintah Kota Jayapura memperkuat fasilitas dan sistem pencegahan kebakaran sebagai langkah mengantisipasi meluasnya kebakaran di kawasan padat penduduk.

Yuli menilai, pencegahan dini harus menjadi perhatian serius pemerintah, sehingga api dapat segera dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan lain dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Menurut hemat saya, lebih baik kita menyiapkan payung sebelum hujan. Artinya, pencegahan sedini mungkin harus dilakukan agar hal-hal yang tidak kita inginkan bisa diantisipasi dengan fasilitas yang sudah kita siapkan,” ujarnya, kepada awak media, di Jayapura, Kamis (10/9/2026).

Yuli mengusulkan agar Pemerintah Kota Jayapura memprioritaskan pengadaan fasilitas pemadam kebakaran, termasuk hidran dan alat pemadam kebakaran (Alkon), terutama melalui perubahan APBD apabila memungkinkan.

Menurutnya, sejumlah program yang dinilai kurang mendesak dapat dipertimbangkan untuk ditunda, sehingga anggaran dapat diarahkan pada kebutuhan penanganan kebakaran.

“Kalau ada program-program lain yang mungkin kurang prioritas, bisa kita pending di tahun depan. Prioritaskan alat kebakaran ini dulu,” katanya.

Yuli menjelaskan, keberadaan hidran sangat penting, khususnya di kawasan permukiman padat yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi. Hidran dapat dibangun di sejumlah titik dengan dilengkapi bak penampungan air, mesin pompa, serta jaringan pipa dan selang.

Yuli mencontohkan keberadaan hidran di salah satu wilayah di Kelurahan Gurabesi yang menurutnya pernah membantu proses pemadaman ketika terjadi kebakaran.

“Ketika terjadi kebakaran, itu sangat-sangat terbantu. Jangkauan semprotannya juga cukup jauh,” jelasnya.

Selain fasilitas hidran, Yuli juga mendorong adanya bantuan alat pemadam api berukuran kecil bagi masyarakat secara bertahap. Namun, menurutnya, pemberian alat tersebut harus disertai sosialisasi agar masyarakat memahami cara penggunaannya.

“Banyak masyarakat awam yang tidak paham penggunaannya. Karena itu, sosialisasi juga harus dilakukan. Tetapi kalau berbicara skala prioritas, hidran dan Alkon lebih efektif, terutama di kawasan padat penduduk,” ujarnya.

Di sisi lain, Yuli meminta PLN turut memperhatikan kondisi jaringan kabel listrik yang berada di kawasan permukiman. Kabel yang menjuntai dan tidak tertata dinilai berpotensi membahayakan masyarakat serta memperbesar risiko kebakaran.

Yuli berharap jaringan kabel dapat ditata dan diperbaiki, sekaligus disertai edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman.

“Beberapa kali terjadi kebakaran, saya selalu sampaikan kepada PLN untuk membenahi kabel-kabel dan jaringan yang menjuntai dari rumah ke rumah. Selain lebih rapi, ini juga untuk mengantisipasi bahaya apabila terjadi kebakaran,” katanya.

Yuli juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan terlalu banyak peralatan listrik pada satu titik sambungan serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman.

Selain pencegahan, Yuli juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan armada pemadam kebakaran. Menurutnya, mobil pemadam harus selalu dalam kondisi siap bergerak dengan tangki air terisi penuh.

“Mobil pemadam harus standby dalam keadaan full tanki. Ketika ada kebakaran, langsung jalan. Jangan sampai mobil masih kosong dan baru mencari atau mengambil air,” tegasnya.

Untuk mempercepat penanganan kebakaran, ia juga mendorong penambahan mobil tangki air sebagai pendukung armada pemadam kebakaran.

Lebih jauh, Yuli menilai Kota Jayapura membutuhkan fasilitas pemadam kebakaran dengan teknologi yang lebih modern seiring pesatnya pertumbuhan kota dan meningkatnya kepadatan penduduk.

Yuli mencontohkan penggunaan kendaraan pemadam dengan kemampuan penyemprotan bertekanan tinggi seperti water cannon yang dinilai dapat meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran.

“Kota Jayapura ini merupakan ibu kota provinsi. Perkembangan kota sudah sangat pesat dan semakin padat, tetapi fasilitas pemadam kebakaran tidak boleh tetap sama seperti dulu. Harus ada peningkatan dan penambahan fasilitas,” pungkasnya.