Mulai 2027, Pelni Tak Lagi Jual Tiket di Loket, Beli Lewat HP

0
53
0-3936x1728-0-0-{}-0-24#

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Jayapura berencana mengubah fungsi loket penjualan tiket menjadi pusat layanan informasi dan pengaduan pelanggan mulai Januari 2027. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Cabang PT Pelni Jayapura, Daulat Apul Gervasius Naibaho, mengatakan loket tidak lagi melayani penjualan tiket secara reguler. Nantinya, loket akan difungsikan sebagai call center dan layanan penanganan komplain pelanggan.

“PT Pelni tidak akan menjual tiket lagi di loket. Loket itu menjadi call center ataupun handling komplain,” ujar Daulat, kepada awak media di Jayapura, Selasa (15/9/2026).

Daulat menjelaskan, pembelian tiket akan diarahkan melalui aplikasi Pelni Mobile serta fitur perbankan dari bank yang telah bekerja sama dengan PT Pelni. Layanan pembelian tiket secara rombongan tetap akan dipertimbangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurut Daulat, penggunaan Pelni Mobile memberikan sejumlah keuntungan bagi calon penumpang. Selain mengetahui harga tiket sesuai nominal resmi, masyarakat juga dapat memantau ketersediaan tiket dan tujuan perjalanan yang masih tersedia.

“Yang pertama, harga yang dibayarkan tentu sesuai dengan angka nominal yang ada di tiket. Terus yang kedua akan terhindar dari calo,” katanya.

Daulat mengimbau masyarakat yang telah merencanakan perjalanan untuk membeli tiket lebih awal melalui Pelni Mobile. Apabila tiket untuk jadwal yang diinginkan sudah habis, calon penumpang diharapkan memilih jadwal keberangkatan lain yang masih tersedia.

“Kami minta kepada masyarakat supaya menyiapkan yang sudah jelas mau berangkat, yang sudah terencana mau berangkat, silakan untuk membeli tiket melalui Pelni Mobile dan rencanakan perjalanan Anda jauh-jauh hari,” imbuhnya.

Terkait penerapan kebijakan tersebut di wilayah kerja Pelni Cabang Jayapura, Daulat mengatakan pihaknya akan menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi dan kesiapan masyarakat.

Kembali Daulat menegaskan, sosialisasi akan terus dilakukan, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil yang belum memahami sistem pembelian tiket secara digital.

“Kami akan menyesuaikan diri juga karena saudara-saudara yang mungkin dari daerah-daerah terpencil yang belum memahami hal tersebut harus kami sosialisasikan juga dan harus kami akomodir,” pungkasnya.