Komandan KKB Semut Merah Lipet Sobolim Tewas dalam Operasi Damai Cartenz di Yahukimo

0
106

Yahukimo,Beritapapuaterkini.com – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz bersama aparat gabungan berhasil menegakkan hukum terhadap seorang pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo, Lipet Sobolim alias Cocor Sobolim alias Junior Bocor Sobolim. Pelaku dilumpuhkan dalam kontak dengan aparat, Kamis (6/11), dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RSUD Dekai.

Peristiwa penindakan ini berawal dari laporan adanya aksi pembacokan terhadap dua warga sipil bernama Bernior Telena (36) dan Soleman Ilu (30) di Jalan Baliem, Jalur 1, Distrik Dekai. Kedua korban mengalami luka bacok serius dan langsung dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan perawatan medis.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan Brimob Polda Papua melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 19.55 WIT, petugas berhasil menemukan dan melumpuhkan salah satu pelaku utama yang kemudian diidentifikasi sebagai Lipet Sobolim, yang dikenal sebagai Komandan Batalyon Semut Merah dari KKB Kodap Yahukimo.

Berdasarkan catatan kepolisian, Lipet Sobolim memiliki riwayat panjang terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan dan penyerangan bersenjata di wilayah Papua Pegunungan. Beberapa di antaranya meliputi:

27 Agustus 2023 – Penyerangan terhadap pekerja tambang ilegal di Kampung Kawe Mining 63, Distrik Awibom, yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya.

27 Desember 2023 – Pembunuhan terhadap seorang pekerja tambang ilegal bernama Anas di Camp 33, Kampung Kawe, Distrik Awimbom.

9 April 2025 – Pembunuhan terhadap pekerja tambang ilegal bernama Ariston Kamma di Kampung Kawe, Distrik Awibom.

Lipet diketahui beberapa kali berganti identitas untuk menghindari kejaran aparat, mulai dari Lipet Sobolim, Cocor Sobolim, hingga Junior Bocor Sobolim.

Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menegaskan tindakan terhadap Lipet Sobolim merupakan bentuk penegakan hukum yang tegas dan terukur.

“Pelaku merupakan komandan batalyon semut merah yang aktif melakukan berbagai aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil dan aparat keamanan. Penegakan hukum ini bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di Yahukimo agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,” ujar Brigjen Faizal.

Brigjen Faizal menambahkan, aparat keamanan akan meningkatkan kewaspadaan di seluruh pos pengamanan guna mengantisipasi potensi aksi balasan dari kelompok KKB yang masih aktif di wilayah tersebut.

Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan akan terus melanjutkan penegakan hukum terhadap jaringan kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Yahukimo.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika mengetahui keberadaan anggota kelompok bersenjata. Aparat keamanan akan terus hadir menjaga keamanan masyarakat di Tanah Papua,” tandas Brigjen Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi cepat antara tim gabungan di lapangan.

“Begitu laporan pembacokan diterima, tim langsung bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, pelaku utama berhasil dilumpuhkan. Ini menunjukkan kesiapsiagaan personel dalam melindungi masyarakat dari ancaman KKB,” terangnya.

Adarma menambahkan, dua korban sipil kini dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD Dekai.