Gubernur Papua Terima Laporan Hasil Audit Empat Rumah Sakit, Kemenkes Berikan 10 Rekomendasi

0
98

Jayapura, Beritapapuaterkini.com – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, resmi menerima laporan hasil audit mendalam terhadap empat rumah sakit di Papua, masing-masing RSUD Yowari, RSUD Abepura, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Rumah Sakit Dian Harapan.

Audit tersebut, dilakukan oleh tim khusus Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) sebagai respons atas kasus kematian maternal yang memicu evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan di daerah.

Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Ockti Palupi Rahayuningtyas, menyampaikan audit merupakan instruksi langsung dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

“Kami diperintahkan langsung oleh Pak Menteri Kesehatan untuk turun ke Papua. Kami melakukan audit bersama Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP) ke empat rumah sakit tersebut,” ujarnya usai menemui Gubernur Fakhiri, Rabu (26/11/2025).

Menurut Ockti, tujuan utama audit adalah untuk “menyehatkan kembali” rumah sakit, baik dari sisi manajemen maupun operasional. Ockti menegaskan, lingkungan kerja yang kondusif bagi dokter dan tenaga kesehatan akan berdampak langsung pada peningkatan jumlah pasien serta kualitas layanan.

“Jika dokter-dokter nyaman bekerja di rumah sakit milik Pemprov Papua, maka pasien akan datang, terlayani dengan baik, dan operasional rumah sakit dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, Yuli Astuti Saripawan, menambahkan kasus pasien bermasalah sebelumnya menjadi pemantik evaluasi menyeluruh. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang.

“Untuk mencegah kejadian itu berulang, manajemen rumah sakit harus mampu mengelola seluruh aspek pelayanan dengan baik,” katanya.

Yuli menekankan pentingnya penguatan manajemen SDM agar tenaga kesehatan dapat bekerja dengan nyaman sehingga
layanan kepada pasien menjadi maksimal.

Adapun rekomendasi hasil audit Kemenkes RI yakni rekomendasi perbaikan dalam tiga tahap waktu yaitu jangka pendek : menempatkan Spesialis Obstetri Ginekologi (SpOG) standby selama Desember, Natal, dan Tahun Baru. Dan mengaktifkan kembali kamar operasi emergency di kamar bersalin RSUD Abepura.

Kemudian jangka menengah, berupa penguatan kompetensi SDM untuk layanan PONEK.

Selain itu, perbaikan sistem rujukan, perbaikan sistem remunerasi berbasis kinerja. Skema cepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis.

Dan jangka panjang adalah perbaikan tata kelola rumah sakit pada bidang keuangan, pelayanan medik, SDM, pendidikan dan penelitian, serta operasional.

10 Rekomendasi Kritis untuk Keselamatan Pasien

Penambahan SpOG dan sistem back-up.

Keterlibatan dokter jaga IGD dalam semua kasus obstetri.

Larangan induksi oksitosin tanpa kesiapan operasi sesar.

Monitoring DJJ dan HIS ketat menggunakan partograf.

Laboratorium beroperasi 24 jam.

Ambulans dan pengemudi standby 24 jam.

Konfirmasi rumah sakit tujuan sebelum rujukan.

Pengisian lengkap formulir rujukan dan observasi ambulans.

Audit harian rekam medis, termasuk validitas tanda tangan dan asesmen.

Program PONEK dan In House Training (IHT) wajib dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan menjamin keselamatan pasien di seluruh rumah sakit di Papua.