Pengurus HIPMI Papua Resmi di Lantik, Supriadi Laling ; HIPMI Hadir Sebagai Mitra Strategis Pemerintah

0
37

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (DPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari, resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HIPMI Papua. Pelantikan berlangsung di Hotel Horison Abepura, Kota Jayapura, Jumat (6/2/2026).

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Sekretaris Jenderal DPP HIPMI Anggawira, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr. Velix Wanggai, Dewan Pembina HIPMI Papua Atto Sampe Buntu, serta Ketua DPD HIPMI Papua Supriadi Laling.

Ketua DPD HIPMI Papua Supriadi Laling mengatakan, pasca pembentukan daerah otonomi baru (DOB), kondisi fiskal Provinsi Papua mengalami penurunan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan pengusaha muda untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

“HIPMI hadir sebagai mitra strategis pemerintah, sebagai wadah kolaborasi antara pengusaha kecil hingga besar. Kami berharap HIPMI Papua dapat mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi Papua,” ujarnya.

Supriadi juga menekankan pentingnya kepercayaan dan komitmen dalam membangun kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak. Ia berharap HIPMI Papua dapat melakukan audiensi resmi dengan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua guna menyampaikan gagasan dan kreativitas pengusaha muda dalam membangun daerah.

Usai pelantikan, HIPMI Papua dijadwalkan menggelar rapat kerja daerah serta melakukan sejumlah pertemuan bisnis dengan BUMN dan lembaga keuangan. Beberapa pihak seperti PLN, Pertamina, dan perbankan telah menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama, termasuk pemberian kemudahan akses kredit usaha tanpa jaminan bagi pengurus HIPMI.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HIPMI Akbar Himawan Buchari menegaskan pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap pembangunan Papua. Hal tersebut dibuktikan dengan dibentuknya Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

“Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat terhadap Papua. Namun, yang paling penting bukan hanya sumber daya alam, melainkan pembangunan sumber daya manusia,” kata Akbar.

Akbar menekankan, pengusaha muda Papua harus berani meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton di daerah sendiri.

Menurutnya, jika sumber daya manusia tidak dipersiapkan dengan baik, maka peluang investasi akan kembali dikuasai pihak luar dan dampak ekonomi tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat Papua.

Akbar berharap HIPMI Papua dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Papua dalam menjalankan program-program pembangunan yang berdampak langsung pada pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.