Peresmian Cendrawasih Karsa di Jayapura, Owen Rahadiyan Dorong Ekonomi Kreatif dan Produk Resmi Persipura

0
66

Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Founder Cendrawasih Karsa, Owen Rahadiyan, resmi memperkenalkan sebuah pusat kegiatan terpadu di kawasan Kodaeral X Kota Jayapura. Fasilitas ini menghadirkan konsep gabungan antara kafe, lapangan mini soccer, serta ruang advokat yang diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat sekaligus pengembangan olahraga di Papua.

Owen menjelaskan, pendirian Cendrawasih Karsa tidak hanya berfokus pada bisnis semata, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya generasi muda Papua.

“Di sini ada tiga hal utama, yaitu kafe, lapangan mini soccer untuk akademi, dan store resmi. Ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga dan ekonomi kreatif di Jayapura,” ujarnya kepada awak media, Jumat (10/4/2026)

Selain itu, store resmi yang dibuka menjadi yang pertama di Kota Jayapura untuk penjualan produk resmi klub Persipura Jayapura. Saat ini, produk yang tersedia masih didominasi oleh merchandise Persipura, namun ke depan pihaknya berencana membuka peluang bagi klub-klub lokal Papua lainnya untuk ikut dipasarkan.

Owen menegaskan, kehadiran store resmi ini juga menjadi upaya untuk menekan peredaran produk ilegal yang selama ini marak di pasaran. Ia mengakui bahwa tingginya permintaan dan keterbatasan akses sebelumnya menjadi salah satu penyebab munculnya produk tidak resmi.

“Ke depan, kami akan menerapkan sistem QR code di setiap toko resmi maupun reseller. Ini untuk memastikan keaslian produk sekaligus melindungi kontribusi terhadap perkembangan klub,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berencana menghadirkan produk jersey komunitas dengan harga terjangkau, sekitar Rp165 ribu, guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya itu, Owen menekankan seluruh tim yang terlibat dalam operasional Cendrawasih Karsa merupakan 100 persen orang asli Papua. Hal ini menjadi bentuk komitmen dalam membuka lapangan kerja serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena semua dikelola oleh anak-anak Papua. Harapannya, ini bisa menjadi inspirasi untuk belajar manajemen kafe, retail, hingga sport management,” tambahnya.

Ke depan, pengembangan fasilitas serupa juga direncanakan akan dibuka di wilayah Sentani dalam waktu satu tahun mendatang.