Jayapura,Beritapapuaterkini.com – Pemerintah Provinsi Papua menggelar perayaan Natal bersama yang menjadi momentum perdana bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Mathius Fakhiri dan Arioko Rumaropen periode 2025–2030.
Natal tersebut berlangsung di Sasanakrida kantor gubernur Papua, Senin (15/12/2025).
“Natal merupakan peristiwa iman yang meneguhkan keyakinan akan kehadiran Allah di tengah dunia untuk membawa keselamatan, damai sejahtera, dan pengharapan bagi seluruh umat manusia,” ujar Wagub Arioko.
Dijelaskan Rumaropen, perayaan Natal tahun ini dinilai memiliki makna istimewa. Karena menjadi Natal bersama pertama bagi pimpinan baru Provinsi Papua.
“Momentum Natal ini menjadi awal langkah bersama untuk membangun Papua yang lebih adil, damai, dan terus berkembang,” terangnya.
Tema Natal tahun ini diambil dari Injil Matius 1 ayat 21–24, yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam pembentukan iman, karakter, dan kehidupan sosial.
Menurutnya, keluarga yang hidup dalam saling menghormati dan takut akan Tuhan akan melahirkan pribadi-pribadi berintegritas serta menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat Papua yang tangguh dan bermartabat.
Subtema perayaan, “Melalui peran dan keteladanan dalam keluarga, kita wujudkan transformasi Papua yang maju dan harmonis,” menegaskan pembangunan Papua harus dimulai dari penguatan nilai-nilai keluarga. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua, yakni Transformasi Papua Baru yang Maju dan Harmonis, yang diwujudkan melalui misi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif.
Wagub Rumaropen menegaskan, pembangunan yang didorong pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia Papua secara utuh, baik secara rohani, intelektual, karakter, maupun produktivitas sosial ekonomi.
Dalam suasana sukacita Natal, Pemerintah Provinsi Papua juga menyampaikan empati dan duka cita yang mendalam kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia yang terdampak bencana alam.
Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan pemulihan bagi para korban serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana.
“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam dan memperkuat pembangunan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wagub Rumaropen mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus mempererat persaudaraan, menjaga toleransi antar umat beragama, serta menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
“Selain itu, pentingnya sinergi antara gereja, pemerintah, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Papua sebagai Tanah Damai, Tanah Injil, dan Tanah Harapan bagi generasi masa depan,” pungkasnya.




